Politik Pemerintahan

MUI Jember Dukung PMII Perjuangkan Perda RDTR dan GTRA

Jember (beritajatim.com) – Ketua Majelis Ulama Indomesia Kabupaten Jember Abdul Halim Subahar berharap, agar aspirasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia soal pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria dan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang didengar pemerintah daerah.

“Aspirasi yang bagus sangat penting ditindaklanjuti, karena kewajiban pemerintah dan pemimpin adalah menjamin kemaslahatan,” kata Halim.

“Usulan-usulan dari adik-adik mahasiswa, saya kira, ingin membuat Jember yang lebih maslahat. Oleh karena itu pemimpin tidak boleh menutup diri,” tambah Halim.

“Temuilah kalau memang ada aspirasi dan usulan warga masyarakat. Apalagi ini adik-adik PMII, calon pemimpin pada masa depan. Ini memang perlu diajak diskusi. Kalau memang ada kesulitan-kesulitan, insya Allah dengan diskusi itu pasti ada jalan keluar. Saya pikir itu perlu segera direspons pemerintah daerah,” kata Halim.

Halim mendampingi Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal menjenguk aktivis PMII yang dirawat di rumah sakit setelah insiden unjuk rasa di depan kantor bupati, Selasa (15/10/2019). Mereka sempat berdiskusi dengan pemimpin PMII Jember.

PMII sudah melakukan tiga kali aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria dan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang. Aksi terakhir Selasa siang berujung kericuhan setelah mahasiswa menjebol pagar gerbang Kantor Bupati Jember di Jalan Sudarman, karena kecewa setelah Bupati Faida tak menemui mereka.

Ke depan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal agar mau memediasi pertemuan mereka dengan Bupati Faida. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar