Politik Pemerintahan

Muhammadiyah Jember: People Power Tak Perlu Dibesar-besarkan

Foto: Ketua PD Muhammadiyah Jember Kusno (dok. Pribadi)

Jember (beritajatim.com) – Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember, Jawa Timur, meminta semua pihak agar tak menyikapi wacana people power atau aksi massa rakyat secara berlebihan. Gerakan people power mengemuka menyusul adanya dugaan kecurangan dalam pemilu 2019.

“Terkait hak sipil warga negara, saya kira berhimpun, berkumpul, menyampaikan pendapat, amar ma’ruf nahi munkar, itu hal yang wajar, biasa-biasa saja. Apalagi di era demokratisasi. Hanya saja kita tak boleh berlebihan, baik yang melakukan maupun yang menyikapi,” kata Ketua PD Muhammadiyah Jember Kusno.

Muhammadiyah Jember mendukung dilakukannya prosedur konstitusional dalam menyelesaikan sengketa dalam pemilu. “Jika semua jalur hukum dan konstitusi tadi telah dilalui, tapi kenyataannya masih ada elemen masyarakat yang belum memperoleh rasa keadilan, maka dengan dasar UUD adanya kebebasan berkumpul dan menyampaikan pendapat, saya kira itu hal yang wajar. Sehingga tak perlu dibesar-besarkan, terkait yang melakukan maupun yang menyikapi. Saya masih berkeyakinan bahwa yang melakukan itu hanya ingin menunjukkan bahwa ada kekuatan di masyarakat yang perlu diapresiasi penyelenggara negara,” kata Kusno.

“Sementara aparat penegak hukum pun perlu menyikapi dengan arif dan bijak, sehingga tidak terjadi perasaan yang bisa memicu kristalisasi kekuatan itu,” kata Kusno.

Muhammadiyah Jember sendiri tidak punya kepentingan terhadap people power. “Kalau terjadi people power, maka kami sebagai warga Muhammadiyah harus mengedepankan islah. Jangan sampai kemudian yang menjadi juru damai dan orang yang mengambil peran untuk bisa memfasilitasi rekonsiliasi tidak ada,” kata Kusno. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar