Politik Pemerintahan

Muhammadiyah Dukung Prakarsa Rekonsiliasi Kapolres Jember

Jember (beritajatim.com) – Muhammadiyah mendukung rekonsiliasi yang diprakarsai Kepala Kepolisian Resor Jember AKBP Kusworo Wibowo, pasca pemungutan suara 17 April 2019.

Muhammadiyah sudah sepakat untuk menjaga kedamaian di Kabupaten Jember. “Karena kalau kehidupan sudah tak ada jamin kedamaian, maka kebebasan pun sudah tak begitu berharga,” kata Kusno, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Muhammadiyah dari awal sudah menganjurkan dilakukannya rekonsiliasi nasional, jika terjadi silang sengketa. “Sehingga suasana yang panas kemudian bisa terkendalikan,” kata Kusno.

Kusno mengatakan, salah satu misi gerakan organisasi tersebut adalah berjuang mewujudukan kehidupan damai dan sejahtera berdasarkan Alquran dan sunnah nabi. “Untuk mewujudkan kehidupan damai itu ada pilar yang harus ditegakkan bersama. Namanya keadilan. Apakah itu keadilan sosial, keadilan ekonomi, apakah itu keadilan politik kebangsaan. Karena masyarakat yang rukun dan damai hanya bisa terwujud ketika setiap individu yang hidup bersama menjunjung tinggi hak dan kewajibannya dengan baik dan benar. Baik dan benar itu kalau diwujudkan dalam sikap dan tindakan, maka itu menjelma dalam sikap berkeadilan,” katanya.

“Ketika itu adil dan dilaksanakan dengan berpijak pada yang benar, maka suasana kehidupan yang saling bergantung satu dengan yang lain, akan menjadi tertib, rukun, dan damai,” kata Kusno.

Muhammadiyah memandang, untuk mewujudkan kehidupan damai dan sejahtera adalah bagaimana keadilan dan kebenaran ditegakkan. “Dalam tanda petik kebenaran ini mendekatkan dengan kejujuran,” kata Kusno.

“Dalam konteks pemilu, Muhammadiyah sangat memperhatikan dinamika pelaksanaan dan penyelenggaraan pemilu, baik terkait pilpres maupun pemilu legislatif. Penyelenggaraan itu harus dilakukan sesuai koridor konstitusi dan hukum UU yang sudah ditetapkan, dilaksanakan dengan penuh keadilan dan kejujuran. Kalau sudah dilakukan sesuai koridor konstitusi dan UU dan kemudian norma diikuti dengan baik, maka tak ada kata lain, ketika pemilu dilakukan dengan jujur dan adil, maka hasilnya seperti apapun, kami mendorong semua kontestan menerima dengan kelapangan hati,” kata Kusno.

“Namun bagi yang merasa dirugikan hak konstitusinya sebagai warga negara, tetap harus diberi saluran yang benar. Sehingga rasa keadilan bisa diperoleh masing-masing elemen. Jember kalau melihat situasinya tenang-tenang saja,” kata Kusno. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar