Politik Pemerintahan

Mudik, Bupati Mojokerto Minta Masyarakat Koordinasi dengan Satgas Covid-19

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat melaksanakan pembagian masker sekaligus takjil gratis pada masyarakat, dilanjutkan buka puasa hingga tarawih bersama. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati bersama Wakil Bupati Muhammad Albarraa, Forkopimda Mojokerto dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah beberapa hari melaksanakan pembagian masker sekaligus takjil gratis pada masyarakat, dilanjutkan buka puasa dan tarawih bersama.

Kegiatan ini merupakan implementasi program Mojokerto Sehat dan Tertib Ramadan (Mesra) 2021 yang dimotori 3 Pilar yakni Polri, TNI dan Pemerintah. Selain 3 Pilar, program “Mesra” juga menggandeng para ulama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat melaksanakan ibadah ramadan dengan aman serta nyaman.

Namun tetap dengan disiplin protokol kesehatan. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak tanggal 19 April lalu. Dimulai dari Masjid Nurul Huda Desa Pakis Kecamatan Trowulan, Masjid Jami’ Al Muttaqin Desa Brayublandong Kecamatan Dawarblandong, Masjid At Tauhid Desa Kesemen Kecamatan Ngoro dan Masjid Al Ichsan Desa Sumberjati Kecamatan Jatirejo.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati terus mengajak semua untuk berupaya memperbaiki zona sebaran Covid-19 dj Kabupaten Mojokerto. Bersama 3 Pilar dalam program “Mesra” dibantu dengan komitmen masyarakat, Bupati kembali mengingatkan pentingnya protokol kesehatan yakni 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

“Zona kita sekarang kuning (risiko rendah). Kita berusaha agar cepat hijau (risiko terkendali). Kita sudah sepakat bahwa salat jamaah di masjid, kapasitasnya dibatasi maksimal 50 persen saja. Aturan ini harus dipatuhi, jangan sampai kita melanggar protokol kesehatan sehingga memicu lonjakan kasus dan jadi warna merah (risiko tinggi),” tegasnya, Sabtu (24/4/2021).

Terkait mudik Hari Raya Idul Fitri, Bupati sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini menegaskan, jika pemerintah telah melarang tradisi tahunan tersebut demi menghindari konsekuensi lonjakan kasus Covid-19. Namun jika ada yang tetap melanggar aturan tersebut, Bupati menginstruksikan agar pengamanan diperketat secara signifikan dan terarah. Tentunya dengan koordinasi dengan tim pencegahan Covid-19.

“Pemerintah telah mengeluarkan aturan larangan mudik. Kalau ditemukan ada yang melanggar, harus koordinasi dengan satgas Covid-19 sampai dengan tingkat RT. Vaksinasi akan terus kita maksimalkan meski jumlahnya terbatas, karena itu diatur dari pusat. Maka dari itu, sekali lagi saya mohon agar kita tetap konsisten dengan protokol kesehatan sebagai cara ampuh mencegah Covid-19 saat ini,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar