Politik Pemerintahan

MPR Setuju Pemerintah Kelola TMII Demi Kepentingan Nasional

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika.

Malang (beritajatim.com) – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengungkapkan mereka mendukung pemerintah RI mengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) setelah puluhan tahun dikelola oleh pihak swasta. Dia mengatakan, sebenarnya kontrak kerja TMII dengan pihak swasta menggunakan sistem Build Operate Transfer (BOT). Setelah 30 tahun sudah saatnya dikembalikan ke pemerintah.

“Kontrak 30 tahun, sistem kontrak dengan swasta. Itu adalah kerjasama Building Operation transfer (BOT), jadi bukan diambil alih tetapi sudah waktunya diserahkan ke pemerintah. TMII ini sebagai miniatur menjadi penting. Agar fungsinya tidak rekreasi tapi fungsi ideologis dan politik dan sekaligus edukasi,” ujar Basarah, Kamis, (8/4/2021).

Basarah mengatakan, setelah dikelola oleh negara. TMII harus menjadi identitas bangsa. TMII jangan hanya sekedar tempat rekreasi dan hiburan saja, tetapi juga menjadi tempat edukasi tentang keberagaman di Indonesia.

“Negara memang harus ambil alih untuk menjadikan wisata ideologis para generasi muda kita. Mulai TK sampai SMA. Agar tahu Negara Indonesia negara kesatuan dengan semangat Bhineka Tunggal Ika. Jadi ketika berwisata tahu Indonesia itu seperti ini (TMII) karena miniaturnya ada di sana,” kata Basarah.

Basarah mengatakan, TMII sudah saatnya menjadi ikon wisata Indonesia. Promosinya harus lebih gencar agar TMII dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Bahkan, TMII harus menjadi tempat yang bisa mengenalkan ribuan wisata yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kita dukung tapi jangan dikelola ala kadarnya, harus dikelola dengan baik pasti akan menarik wisatawan. Harus dikelola secara heritage dan kebanggaan nasional TMII harus jadi tempat promosi daerah wisata lain di Indonesia,” tutur Basarah.

Basarah mengaku, pekan lalu sempat berkunjung ke TMII. Dia menilai pengelola TMII kurang profesional, sebab dikelola dengan ala kadarnya. Hal inilah yang harus diperbaiki. TMII dipercantik agar menarik minat generasi muda untuk berkunjung.

“Saya kebetulan tinggal di Jakarta dan Minggu lalu ke TMII. Pengelolaannya itu apa ya kurang profesional, kurang membuat daya tarik bagi generasi muda kita untuk berkunjung. Karena tidak ada edukasi kebangsaan, nilai entertaimen kurang ditanamkan diciptakan oleh manajemen TMII saat ini,” tandasnya. (Luc/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar