Politik Pemerintahan

MPP Sidoarjo Disulap Jadi Seperti Ini

Sidoarjo (beritajatim.com) – Hall Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo yang berada di lantai 1 digunakan sebagai tempat isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.

Pemkab Sidoarjo bekerjasama dengan Pasmar 2 Gedangan “menyulap” hall tersebut menjadi sekat-sekat kamar. Jumlahnya 129 kamar berukuran 2×2 meter persegi.

Setiap kamar di isi satu tempat tidur tunggal yang biasa digunakan untuk perawatan pasien rumah sakit. Selain itu juga terdapat satu lemari kecil.

Sekat-sekat kamar memakai kain berwarna biru tua yang ditempelkan pada rangka besi. Penutupnya pun sama, kain kelambu berwarna biru tua.

Wabup Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin mengatakan saat ini ada dua tempat isolasi OTG Covid-19 yang telah di siapkan Pemkab Sidoarjo. Yakni di hotel dan Hall MPP Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo akan terus memantau kebutuhan tempat isolasi.

Dirinya berharap perkembangan kasus Covid-19 akan terus menurun. Sehingga kebutuhan tempat isolasi tidak bertambah. Dan ruang isolasi yang berada di MPP tidak akan digunakan terlalu lama.

“Ini langkah upaya kita menangkap keadaan yang ada saat ini. Mudah-mudahan kedepan trennya ini turun (kasus Covid-19), kalau trennya sudah turun berarti tidak terlalu lama ruang ini dibuat untuk isolasi,” ucapnya di sela-sela launching, Kamis (11/6/2020).

Terkait pelayanan publik yang ada di MPP, Cak Nur mengatakan sudah dilakukan secara online. Pelayanan secara online tersebut diterapkan sebelum MPP akan digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Sampai kapan pelayanan publik MPP akan dibuka, Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur tersebut menjawab sampai berakhirnya pandemi Covid-19. Oleh karenanya pelayanan publik MPP akan ditutup sementara.

“Sebelum ini digunakan (MPP) untuk ruang isolasi kita sudah mengunakan pelayanan online, berkenaan dengan kapan, kita lihat saja, kalau Covid-19 sudah berakhir ya sudah selesai,” terang dia.

Sementara itu Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi mengatakan ruang isolasi tersebut akan dikelola sesuai dengan menajemen rumah sakit darurat. Batalyon Kesehatan 2 Marinir akan ditugaskan untuk mengelolanya.

Dikatakannya pengalaman bertugas di rumah sakit darurat didapat anggotanya saat bertugas di wisma atlet yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Nantinya 25 personil dari Pasmar 2 akan diterjunkan untuk pelayanan kesehatan. Mereka akan bertugas selama tiga bulan.

“Kebetulan Danyon kesehatan 2 Marinir ini pernah bertugas di wisma atlet dan sedikit banyak mengerti tentang manajemen rumah sakit darurat,” imbuhnya.

Komandan Batalyon Kesehatan 2 Marinir Mayor Laut (K) dr. Abdul Haris menjelaskan, tenaga medis yang terlibat berjumlah 55 orang. Terdiri dari dokter umum, dokter spesialis serta perawat dan apoteker. Untuk personil keamanan, Pasmar 2 akan dibantu oleh Kodim 0816 Sidoarjo, Polresta Sidoarjo serta Satpol PP Sidoarjo.

“Dari Pasmar 2 akan diterjunkan 56 anggota dan dari Kodim 0816 Sidoarjo, Polresta Sidoarjo serta Satpol PP Sidoarjo masing-masing 12 personil,” pungkasnya merinci. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar