Politik Pemerintahan

Mosi Tidak Percaya Ketum Golkar Dinilai Langgar Aturan

Jakarta (beritajatim.com) – Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyebut, manuver yang dilakukan pihak-pihak tertentu yang menyuarakan mosi tidak percaya itu jelas bertentangan dengan ada AD/ART. Pasalnya, tidak ada dalam aturan Partai Golkar istilah mosi tidak percaya.

“Apa yang dilakukan mereka tak lebih dari upaya untuk mendelegitimasi kepemimpinan Pak Airlangga,” kata Ace, melalui pesan singkatnya, Sabtu (31/8/2019).

Dia meminta semua pihak bersabar. Sebentar lagi Munas digelar pada Desember 2019. Pada saatnya pasti akan diselenggarakan Munas yang demokratis.

Terkait Rapat Pleno, menurutnya berulang-ulang kali disampaikan bahwa Rapat Pleno pasti akan digelar. Ini soal waktu saja. Pihaknya masih menunggu penertapan resmi KPU hasil pemilu legislatif 2019.

“Kami juga sedang menunggu laporan dari Bappilu daerah yang sedang menyampaikan laporan tentang hasil pemilu di daerah masing-masing,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Victus Murin mengklaim, sebanyak 141 Pengurus DPP Partai Golkar menyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto yang dinilai gagal mengelola kebesaran Partai Golkar.

Airlangga dinilai bukan saja tak mampu menjaga suara partai, melainkan juga tak mampu menjaga moral dan etika kepartaian. [hen/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar