Politik Pemerintahan

Moeldoko Layangkan Somasi Kedua Terhadap Aktivis ICW

Kepala Staf Kepresidenan Jendral (Purnawirawan) Moeldoko

Jakarta (beritajatim.com) – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko melalui Kuasa hukumnya, Otto Hasibuan mengaku akan mengirim somasi kedua ke Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait dengan tudingan bisnis obat Ivermectin dan ekspor beras. Menurut Otto, kliennya berbesar hati dengan tidak langsung membawa tudingan tersebut ke pihak berwajib.

“Besok kami akan kirim lagi somasi kedua kepada saudara Egi [peneliti ICW, Egi Primayogha] dan kawannya,” ujar Otto melalui jumpa pers secara daring, Kamis (5/8/2021).

Dia menyebut, surat somasi kedua akan pihaknya kirim ke ICW besok, Jumat (6/8). Pihaknya memberi batas waktu 3×24 jam untuk memberikan jawaban dan bukti terkait tuduhan terhadap Moeldoko.

“Tetapi umpamanya ICW tidak bisa membuktikan tuduhan, Pak Moeldoko tidak membawa ke polisi. Tetapi, kita minta mereka mencabut tuduhan-tuduhan tersebut,” kata Otto.

Sebelumnya, pada Kamis (29/7) Moeldoko mengajukan somasi terhadap peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha atas tuduhan terkait ‘promosi’ ivermectin sebagai obat Covid-19. Moeldoko pun memberi kesempatan 1×24 jam kepada Egi untuk meminta maaf secara terbuka di media dan mencabut tuduhannya.

Jika ICW tidak meminta maaf atau mencabut pernyataan tentang temuan terkait tudingan promosi Ivermectin dan bisnis ekspor beras, Moeldoko akan melaporkan ICW ke polisi.

Otto menilai, tuduhan Egi sudah memenuhi unsur-unsur pidana, memenuhi unsur Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU tersebut.

“Kami berpendapat sangat cukup bukti bahwa perbuatan yang dilakukan ini terhadap Pak Moeldoko memenuhi unsur-unsur pidana,” kata Otto. [hen/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar