Politik Pemerintahan

Mobil Darurat Untuk Pemulasaran Jenazah

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD saat memakamkan jenazah Covid-19.(Foto/Ade Mas Satrio Gunawan).

Magetan (beritajatim.com) – Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Magetan tak hanya diberikan pelatihan untuk pemulasaran jenazah. Dinas Kesehatan juga sediakan kendaraan operasional untuk membantu BPBD dalam menangani jenazah pasien suspek maupun positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri sebelum meninggal.

“Kami merasa terbantu, adanya satu kendaraan bakal memudahkan anggota kami,” kata Ketua Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Magetan, Ari Budi Santosa kepada beritajatim.com, Senin (8/2/2021).

Dia menyebut selama ini pihaknya hanya memilki satu unit mobil yang kerap dioperasikan untuk menuju tempat pemakaman jenazah Covid-19. Dengan adanya satu lagi maka kendaran untuk melakukan penanggulangan bencana bisa digunakan maksimal untuk kegiatan lain. “Meski satu unit, ini sudah mengcover kebutuhan kami, karena jika termasuk dalam meulasarakan akan ada dua tim yang disiapkan,” ujarnya.

Masing – masing tim terdiri dari enam orang yang disiagakan. Mengingat kini angka kematian juga masih tinggi. Sehingga, timnya juga harus tetap bersiaga. Setidaknya dalam seminggu ini ada 30 pasien meninggal. “Belum yang termasuk dalam suspek. Rata-rata dalam sehari sekitar lima orang yang meninggal. Tapi, yang membutuhkan tenaga pemulasaran jenazah baru satu saja,” jelasnya.

Sementara ini, yang mendapatkan pelatihan dari pihak Dinas kesehatan baru tim TRC saja. Untuk unsur masyarakat desa yang membentuk tim sendiri masih belum mengajukan untuk pelatihan. Dia mengungkapkan mereka bsia saja meminta pengajuan untuk mendapatkan pelatihan dalam memulasarakan jenazah Covid-19.
“Kami bisa bantu, atau langsung meminta pengajuan pada dinas kesehatan,” ungkapnya.

Terpisah, Kabid Penanggulangan dan Pengendalian Pneyakit (P2P) Dinas Kesehatan Didik Setyo Margono menyebut kalau pihaknya tak bisa memberikan mobil baru. Hanya ambulance dari salah satu puskesmas yang kini jarang dipakai. “Sementara, saat ini pihaknya hanya bisa membantu satu unit saja. Karena kami merasa kami membantu selain hanya memberikan materi untuk pemulasaraan jenazah saja,” pungkasnya.(asg/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar