Politik Pemerintahan

Minta Keadilan, PKL di Area KBS Mengadu ke DPRD Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah pedagang di sekitar area parkir Kebun Binatang Surabaya mengadukan nasibnya ke DPRD kota Surabaya. Hal ini lantaran para pedagang sudah tidak boleh lagi berjualan di area parkiran oleh pihak manajemen KBS.

Aduan para pedagang di akomodir pihak Komisi B DPRD kota Surabaya dengan menggelar rapat dengar pendapat (hearing) di ruang komisi B, Senin (20/5/2019).

Wakil Ketua Komisi B DPRD kota Surabaya, Anugrah Ariyadi mengungkapkan bahwa sejumlah pedagang yang berjualan di area parkir kebun binatang ada sekitar 16 pedagang. Mereka datang untuk mengadukan nasibnya agar bisa berjualan kembali karena penertiban yang dilakukan manajemen pihak KBS.

“Mereka menuntut agar bisa berjualan karena ada penertiban dari manajemen KBS. Intinya supaya mereka bisa mendapatkan tempat berjualan,” terang Anugrah.

“Oleh karenanya kita undang agar kami bisa mendengar duduk perkaranya. Di dalam KBS sendiri masih ada 4 stan yang masih kosong. Namun sewa stan di dalam itu dikeluhkan pedagang yang jumlahnya mencapai Rp 2 juta,” paparnya lebih lanjut.

Saat ini, menurut Anugrah masalah itu sudah ada memilik jalan keluar. “Sementara 16 pedagang itu kita kasih kesempatan untuk berjualan. Sambil lalu kita carikan tempat agar kehidupan perekonomian mereka tetap berjalan guna menghidupi keluarganya,” ujar Anugrah.

Sementara itu, koodinator pedagang KBS Sunarto menjelaskan jika mereka selama ini berjualan di area parkir sejak puluhan tahun. Namun, sekarang tidak boleh lagi berjualan lagi oleh pihak manajemen KBS. Alasannya tidak ada ruang lagi untuk berjalan.

“Di dalam ada 4 stan yang masih kosong akan tetapi sewa stannya terlalu mahal. Kami gak sanggup untuk membayar sewanya,” tegas Sunarto.

“Para pedagang yang berjualan diarea parkir itu sudah sangat lama bahkan sudah puluhan tahun. Tiba-tiba kami tidak boleh lagi berjualan,” pungkasnya. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar