Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Miliki Tenun Ikat Legendaris, Desa Parengan Lamongan Diusulkan Jadi Desa Devisa

Gubernur Khofifah saat mengunjungi sentra industri produksi kerajinan tenun ikat di Desa Parengan, Lamongan, beberapa waktu lalu.

Lamongan (beritajatim.com) – Lantaran memiliki kerajinan tenun ikat yang legendaris, unik dan sangat khas, maka Desa Parengan Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan bakal diusulkan menjadi Desa Devisa ke LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia).

Dengan menyandang predikat sebagai Desa Devisa, maka daya saing produksi tenun ikat asal Desa Parengan tersebut akan semakin meningkat dan merambah ke pasar yang lebih luas lagi.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat mengunjungi Desa Parengan, pada Sabtu (5/3/2022). Menurutnya, program Desa Devisa ini salah satunya memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor.

Lalu, bagaimana sebenarnya tenun ikat yang dimiliki oleh Desa Parengan tersebut?

Diketahui, tenun ikat legendaris dari Desa Parengan ini memiliki motif unggulan gunungan yang dibentuk menyerupai gapura. Sehingga motif tersebut menjadi pembeda dengan tenun ikat lain pada umumnya.

Selain itu, jika dilihat dari bahannya, tenun ikat Parengan ini juga memiliki ciri khas yang lain, yakni berbahan kain lebih halus dan tidak begitu tebal, sehingga tenun ini memberikan kesan dingin saat dikenakan. Berdasarkan semua itu, Desa Parengan sangat layak untuk diusulkan menjadi Desa Devisa.

Kepala Disperindag Kabupaten Lamongan, M Zamroni mengungkapkan, bahwa sentra industri tenun ikat Parengan sejauh ini telah menjangkau pasar luar negeri dengan nilai ekspor mencapai Rp 17.755.000.000.

“Sentra industri tenun ikat parengan di tahun 2021 telah menerbangkan 4.600 kodi sarung tenun ikat yang menjangkau berbagai negara di Timur Tengah serta Afrika, dengan nilai ekspor Rp 17.755.000.000,” ungkap Zamroni saat dikonfirmasi, Selasa (8/3/2022).

Terkait usulan Gubernur Khofifah yang menjadikan Desa Parengan sebagai Desa Devisa, Zamroni menuturkan, bahwa usulan ini diharapkan mampu meningkatkan kembali gairah perekonomian masyarakat Kabupaten Lamongan, utamanya sentra industri produksi kerajinan tenun ikat di Desa Parengan.

“Usulan ini menjadi kabar bahagia dan angin segar untuk UMKM kita. Kami patut bangga dan berterima kasih atas perhatian besar yang diberikan Ibu Khofifah terhadap kerajinan Lamongan yang kualitasnya tak diragukan lagi. Ke depan, pelaku UMKM dan pengrajin semoga terus semangat untuk mengenalkan produk dan potensi Lamongan, baik di tingkat Nasional maupun Internasional,” harapnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar