Politik Pemerintahan

Meski Sering Dihina dan Difitnah, Rakyat Tetap Pilih Jokowi

Surabaya (beritajatim.com) – Pascadebat capres kedua beberapa hari yang lalu justru membuat serangan kepada capres petahana Jokowi makin kencang. Namun, masyarakat sudah pandai menilai mana capres yang berkualitas.

Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait menyatakan bahwa Presiden Jokowi sudah biasa dihina sejak dahulu. Pria yang akrab disapa Ara itu menuturkan, tentu Jokowi tidak sempurna.

“Tadi dikatakan seolah-olah Jokowi itu hanyalah tukang, bukan leader atau manager. Bagi saya, tidak apa-apa dan Jokowi itu sudah biasa dihina sejak dulu,” ujar Ara.

Ara menambahkan, Jokowi selain memiliki prestasi, tentu juga memiliki kelemahan. Namun, Ia yakin masyarakat akan sadar dalam memilih capres itu berdasarkan track record. “Dia memang tidak sempurna dan pasti ada kekurangan, tapi rakyat Indonesia telah terbukti memberi kepercayaan, mungkin lebih banyak lihat kelebihannya,” jelasnya.

Salah satu prestasi Jokowi, lanjut pengurus TKN ini, terbukti Jokowi tak pernah kalah dalam kontestasi politik. Ara menegaskan bahwa masyarakat melihat rekam jejak Jokowi dari walikota, gubernur hingga presiden. “Rakyat pasti melihat bagaimana Jokowi pernah jadi walikota, gubernur dan presiden,” tuturnya.

Berbeda dengan Prabowo yang belum pernah menang dalam kontestasi, kecuali Ketua Umum Gerindra. “Jadi, itu harus kita akui jujur, saya hormat dengan Pak Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra. Jadi, kita menghormati tradisi setiap partai,” terangnya.

Lanjut Ara, terkait Prabowo tidak punya rekam jejak memenangi kontestasi politik di era demokrasi. Dalam pandangan Ara, hal itu menunjukkan Prabowo tak bisa meyakinkan rakyat. Fakta-fakta memang menunjukkan Prabowo belum pernah menang. Artinya, belum mampu meyakinkan rakyat untuk level kabupaten/kota sekalipun. “Untuk level kabupaten/kota seperti Bapak Jokowi, tidak pernah. Gubernur saja (Prabowo) tidak pernah, untuk presiden apalagi,” ungkapnya

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu menduga para pendukung Prabowo masih sulit menerima kenyataan bahwa Jokowi tetap unggul. Bahkan, kini jarak elektabilitas antara Jokowi dengan Prabowo mencapai 20 persen. “Pilpres tinggal dua bulan lagi, ada selisih sekitar 20 persen antara Prabowo dan Jokowi. Tentu tidak mudah mengejarnya, karena perlu ada upaya luar biasa yang harus dilakukan,” bebernya.

Putra politikus senior PDIP Sabam Sirait itu mengatakan, rakyat menginginkan figur merakyat, tegas, peduli dan memiliki rekam jejak bagus. Menurutnya, Jokowi sebagai pemimpin mampu memenuhi keinginan rakyat itu. “Sekarang, Pak Jokowi dalam berbagai data kami juga sudah meyakini memiliki hal begitu di mata rakyat,” pungkas Ara. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar