Politik Pemerintahan

Meski Pandemi Covid-19, Laju Investasi di Ponorogo Meningkat

Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ponorogo, Sapto Djatmiko (foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Penerapan Online Single Submission (OSS), memudahkan masyarakat dalam mengurus perizinan usaha. Ya, dengan OSS atau perizinan terpadu online itu, bisa memudahkan pelaku usaha dalam mengurus perizinan usaha. Sebab, pengurusan perizinan bisa diakses individu melalui kecanggihan teknologi.

“Jadi masyarakat yang ingin pengurus perizinan tidak perlu repot-repot ke kantor lagi,” kata Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ponorogo, Sapto Djatmiko, Kamis (18/2/2021).

Kemudahan-kemudahan itu, disambut baik oleh masyarakat. Tolak ukurnya adalah pemohonnya mengalami peningkatan di tahun lalu. Pandemi Covid-19 seakan-akan tidak mempengaruhi warga untuk menjalankan investasinya. “Tahun 2020 lalu angka perizinan usaha naik signifikan,” kata Sapto.

Data dari DPMPTSP Ponorogo mencatat, tahun 2019 nilai investasi yang terdaftar sebanyak Rp 1,4 triliyun. Sedangka pada tahun 2020 atau selama pandemi, investasi mencapai lebih dari Rp 2 triliyun. Itu artinya, animo masyarakat dalam membangun usaha masih tinggi meski itu di dalam suasana pandemi Covid-19. Termasuk kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga mengalami peningkatan. “Sebanyak 60 persen pelaku UMKM melakukan perizinan usaha di kantor kami,” katanya.

Hal itu berdasarkan catatan pihaknya yang mencatatkan daftar izin usaha yang nilai investasinya dibawah angka Rp 1 miliar. Maka dari itu, dengan nilai investasi itu, bisa dikatakan bahwa pendaftar izin usaha dikategorikan usaha industri rumah. Sedangkan nilai investasi diatas Rp 1 miliar, masuk dalam kriteria perizinan usaha menengah ke atas atau manufaktur. Seperti perusahan pabrik, properti, rumah sakit dan lain sebagainya. “Banyak yang pelaku UMKM, sebab saat didaftarkan perizinannya kebanyakan nilai investasinya dibawah Rp 1 miliar,” katanya.

Sapto menambahkan Dia ingin seluruh pelaku usaha bisa memahami sistem OSS ini. Sebab memang memudahkan pelaku usaha dalam menerbitkan izin usahanya. Mereka tidak perlu repot pergi ke kantor perizinan. Sehingga bisa meminimalisir kerumunan dari para pelaku usaha yang ini mengurus izin tersebut. “Tetapi untuk sekarang, karena masih pandemi, jika terpaksa harus ke kantor pemohon harus menerapkan protokol kesehatan yang lengkap,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar