Politik Pemerintahan

Mesin PCR Bantuan BNPB Belum Difungsikan RSUD dr Harjono Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Bantuan mesin polymerase chain reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terbungkus rapi di ruangan khusus RSUD dr. Harjono Ponorogo.

Direktur RSUD dr Harjono Made Jeren menyebut pihaknya saat ini masih melakukan persiapan. Yakni masih memprosea administrasi dan juga mempersiapkan standar yang diperlukan. Salah satunya menyiapkan tempat khusus tersebut.

“Kami juga sedang berkomunikasi terkait perizinan pengujian PCR kepada Pemerintah Provinsi,” kata Made Jeren, Selasa (28/7/2020).

Made menyebut ada step-step yang harus dilalui. Salah satunya harus diujicobakan untuk memeriksa 100 spesimen terlebih dahulu. Setelah diujicobakan baru mesin PCR tersebut bisa dioperasikan. Sedangkan untuk pengoperasiannya, RSUD kata Made sudah mempunyai sejumlah tenaga kesehatan terlatih yang bisa mengoperasikannya.

“Jadi jika persiapan teknis dan administrasi klir, maka kami akan dapat segera melakukan uji coba,” katanya.

Sementara itu, sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan pasien Covid-19, Pemkab Ponorogo sedang menyiapkan atau menambah tempat isolasi baru. Yakni di sentra industri dan UKM di Jalan Trunojoyo Kelurahan Tambakbayan Ponorogo. Sekda Agus Purnomo menyebut pihak Dinkes sudah melakukan survey terhadap tempat tersebut.

“Setelah disurvey, sentra industri tersebut bisa dibuat 84 ruang isolasi,” kata Agus.

Sekda juga meminta para camat untuk memerintahkan kepala desa atau kelurahan mengaktifkan lagi tempat isolasi yang sempat ada di wilayahnya. Selain itu juga untuk mencermati warga yang baru pulang atau punya riwayat dari 6 tempat. Yakni dari Surabaya, Jakarta, Banjarmasin, Sidoarjo, Makasar dan Gresik.

“Warga yang punya riwayat bepergian dari 6 wilayah tersebut untuk diawasi dan dipantau,” pungkasnya. (end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar