Politik Pemerintahan

Merasa Dijegal di Pilbup Malang, Sam HC: KPU Harus Gentle

Malang (beritajatim.com) – Pasangan calon dari jalur perseorangan Heri Cahyono-Gunadi Handoko nampaknya gagal dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati Malang tahun 2020.

Hal itu setelah dalam rapat pleno rekapitulasi verifikasi faktual, Jumat (21/8/2020), hasil verfak KPU pada layar lebar menuliskan angka dukungan sebanyak 42.685. Sementara ditahap pertama, jumlah dukungan paslon perseorangan berjargon Malang Jejeg ini, hanya berkisar 70 ribu lebih.

Sehingga, jika ditotal, jumlah dukungan Malang Jejeg hanya 115.000 lebih. Jumlah itu masih dianggap kurang dari syarat minimal dukungan sebanyak 129.000. Namun, Malang Jejeg beranggapan, KPU hanya melakukan verfak sebanyak 51 persen saja.

Sementara seluruh berkas dukungan yang sudah diserahkan Tim Pemenangan Malang Jejeg sebanyak 49 persen, belum dilakukan verfak oleh KPU alias terabaikan.

Saat ditanya apakah ada upaya sistematis untuk menjegal Paslon Perseorangan? Bakal Calon Bupati Malang dari jalur Perseorangan, Heri Cahyono hanya tersenyum. “Wallahua’lam (Hanya Allah yang Maha Mengetahui),” kata Sam HC sapaan akrab Heri Cahyono, Jumat (21/8/2020) petang.

“Malang Jejeg belum habis. Kami menuntut seluruh dukungan disurvei semua dan dilakukan verifikasi faktual. Karena ada 49 persen yang belum di-verfak oleh KPU,” tambah Sam HC.

Sampai berita ini diunggah, Tim Malang Jejeg berharap KPU memberikan waktu tambahan beberapa hari agar verfak dilakukan secara menyeluruh. “Kami menuntut KPU, bahwa sediakan kami waktu dua hari untuk menyelesaikan ini. Dan itu gentle. Jangan seperti ini, kami siap kalah dan menang. Asalkan KPU mau bersikap gentle,” paparnya. [yog/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar