Politik Pemerintahan

Merasa Diayomi, Pendeta Dukung Gus Muhdlor di Pilkada Sidoarjo 2020

Sidoarjo (beritajatim.com) – Cabup Sidoarjo dari PKB, H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) cangkruk gayeng bersama para pendeta yang tergabung dalam Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Sidoarjo dan Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) Sidoarjo di RM Qendi Sidoarjo, Selasa (13/10/2020).

Obrolan santai yang dibahas cabup nomor 2 dan para pendeta itu topiknya soal, kerukunan dan keberagaman yang ada di Sidoarjo serta terus menjunjung tinggi nilai-nilai pluralisme yang ada di Sidoarjo.

Ketua DPC API Sidoarjo Pdt. Dede Gunawan mengatakan, ngobrol gayeng ini sebagai pertemuan awal. Nantinya para pendeta yang menginginkan mendengarkan dari visi misi Gus Muhdlor, akan dilakukan dalam pertemuan lanjutan.

Mulanya API akan bersikap netral dalam Pilkada Sidoarjo 2020 ini. Karena pihaknya mencium ada misi tertentu dalam calon-calon lain, makanya pilihan dijatuhkan ke Gus Muhdlor.

“Gus Muhdlor visi misinya jelas. Dalam program gagasan yang disuguhkan kepada masyarakat, sangat bagus. Gus Muhdlor siap mengayomi semua masyarakat Sidoarjo. Kota Sidoarjo akan dijadikan rumah bersama dan tidak pandang bulu dari elemen maupun agama apapun,” tandasnya.

Ketua PGLII Sidoarjo David mengaku mantap dengan pilihan politiknya untuk mendukung Gus Muhdlor karena dia sosok pemimpin muda yang energik dan bisa memajukan Sidoarjo lebih baik lagi.

Dari gagasan visi dan misinya, Gus Muhdlor ingin membangun Sidoarjo melibatkan dan mengajak secara kebersamaan, menjunjung tinggi nilai kemajemukan dan prularisme yang ada.

“Harapannya Sidoarjo tetap kondusif, kerukunan antar apapun terjaga dan semuanya terakomodir,” imbuhnya.

Sementara itu, Cabup Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menyampaikan akan berkomitmen untuk tetap menjaga prinsip kerukunan umat beragama demi keutuhan NKRI.

“Kabupaten Sidoarjo jangan sampai disusupi dengan gerakan-gerakan radikalisme yang membawa isu agama yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Gus Muhdlor yang juga sebagai Direktur Pendidikan Pesantren Progresif Bumi Shalawat itu, menegaskan kebhinnekaan dan keberagaman adalah yang utama.

Sebab, lanjutnya menjaga marwah bangsa harus diwujudkan melalui komitmen yang berasaskan Pancasila sebagai ideologi bangsa. “Pluralisme yang ada di Sidoarjo, harus terjaga dan dijunjung tinggi,” paparnya tegas. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar