Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Apresiasi Rembug KTNA 2022 di Kota Batu

Mentan RI saat menerima penghargaan dari KTNA

Batu (beritajatim.com) – Rembug Utama KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Tahun 2022 berlangsung di Kota Batu. Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut. Perhelatan nasional tersebut terlaksana selama tiga hari yaitu 15 hingga 18 September 2022.

“Saya mengapresiasi sekali. Ini rembug yang sangat penting, sangat strategis dan luar biasa. Saya merasa bahwa apa yang kalian (KTNA) lahirkan di sini adalah suatu yang bisa membantu negara menghadapi ketidakpastian masa depan,” terang Syahrul Yasin Limpo saat membuka acara di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Jumat (16/9/2022).

Menurut dia, permasalahan pangan dunia mesti jadi fokus bersama. Keberadaan inflasi yang tinggi dan konflik geopolitik membuat situasi dunia serba tidak menentu. Indonesia mesti waspada dengan adanya segala kemungkinan. “Inflasi di Indonesia saat ini di angka 4%, kita tidak boleh goyah. Kita kurangi impor, Indonesia sudah bisa swasembada beras, tahun depan jagung harus jadi swasembada. Saya yakin bersama KTNA kita bisa wujudkan semua itu,” jelas Syahrul.


Sementara itu, Ketua Umum KTNA Yadi Sofyan Noor, menerangkan, KTNA adalah suatu organisasi independen yang orientasinya pada aktivitas agrikultur. KTNA memberi penghargaan pada Menteri Pertanian RI berkat dedikasi guna peningkatan dalam membina dan memberdayakan petani.

“Sebagai bentuk penghargaan dalam membina, memberi motivasi dan melakukan pemberdayaan pada petani, kami menganugerahkan Lencana Utama Adi Bakti Tani kepada Menteri Pertanian RI,” terang Yadi.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyambut kegiatan yang digelar di Kota Batu itu. “Semoga rembug utama ini dapat menghasilkan rekomendasi terbaik untuk pertanian dan hasil pangan Indonesia,” kata Dewanti.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menerima piagam penghargaan yang diberikan KTNA atas kesuksesan swasembada beras tahun 2019-2021. Kegiatan tersebut melibatkan 2 ribu petani juga nelayan dari seluruh Indonesia. Selain rembug, kegiatan itu akan diisi dengan Agro Expo yang diisi dengan 54 stan produk pertanian dan perikanan dari berbagai kota maupun kabupaten. [dan/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar