Politik Pemerintahan

Menteri PDTT Halim Iskandar Hadiri Peletakan Batu Pertama NU Center Lamongan

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (baju hitam)

Lamongan (beritajatim.com) – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia (RI), Abdul Halim Iskandar, yang akrab disapa Gus Menteri melakukan kunjungan kerja ke wilayah Lamongan, Sabtu (5/6/2021).

Setibanya di Lamongan, Gus Menteri menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan NU Center Gedung GP Ansor Lamongan yang bertempat di utara Jalan Raya Nasional Babat – Surabaya nomor 135A Desa Plosowahyu, Kecamatan/Kabupaten Lamongan.

“Selamat datang kepada Gus Menteri beserta rombongan, Bupati Lamongan, Ketua DPRD Lamongan serta seluruh tamu undangan yang hadir. Kami sangat bersyukur Bapak Menteri bisa hadir ke sini. Alhamdulillah berkat bantuan dan dorongan dari semua pihak, hari ini kita memiliki lahan seluas 3500 m2, yang kami targetkan pembangunan NU Center ini 2 tahun bisa selesai dengan anggaran Rp 2,2 miliar. Semoga kedatangan Gus Menteri membawa keberkahan,” ungkap M. Masyhur, Ketua GP Ansor Lamongan yang juga ketua panitia dalam acara ini.

Ketua yang berhasil membawa GP Ansor Lamongan menjadi Banom (Badan Otonom) terbaik di PWNU Jatim Award 2019 ini menambahkan, dengan dibangunnya gedung NU Center ini, nantinya akan menjadi kantor NU terbesar di Indonesia. Serta merupakan kantor iuran pertama. “Walaupun situasi saat ini sulit, tapi kami tetap terus bersemangat. Apalagi rencananya kita juga dibantu dari Fraksi PKB Jatim, Rp 1 miliar,” sambungnya.

Lebih lanjut, H Supandi Awwaludin, Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan menjelaskan, bahwa suksesnya pembangunan di lokasi tersebut tidak terlepas dari kerjasama yang dilakukan seluruh Banom dan Lembaga di PCNU Lamongan.

“Insya Allah akan terus dikembangkan. Karena butuh dana yang luar biasa, kami mohon dengan sangat sebagai wasilah dari Gus Menteri untuk memberikan dorongan kepada kami. Serta tidak ketinggalan, kepada Bapak Bupati dan Ketua DPRD Lamongan, semoga nantinya juga turut menutup kekurangan. Harapan besar dari NU bila semua pihak ikut bersama dalam mewujudkan gedung ini. Semoga pertemuan ini memberikan manfaat dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT,” terangnya

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES) mengatakan, hadirnya Menteri PDTT akan memberikan dorongan kepada warga Lamongan untuk bangkit menuju kejayaan. Selanjutnya YES juga memberikan ucapan selamat kepada PCNU Lamongan.

“Semoga dengan adanya NU Center akan membawa manfaat, pemikiran, dan spirit baru untuk bersama Pemkab Lamongan mewujudkan menuju kejayaan Lamongan. Pemerintah kabupaten tidak akan tinggal diam, kita akan bantu, tentang besarnya berapa, saya pastikan besarlah nominalnya. Yang penting niat kita sama, membangun Lamongan menuju kejayaan,” kata Bupati YES.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar (baju hitam) saat memberikan sambutan

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar menyampaikan pentingnya sinergitas antara NU dengan pemerintah Lamongan. Menurutnya, NU dan pemerintah memiliki porsi tanggung jawab yang sama besarnya.

“Karena kita kader NU maka sudah menjadi kewajiban kita untuk berkhidmat kepada NU secara total. Berkhidmat kepada NU itu berarti kita otomotis juga berkhidmat kepada Bangsa dan Negara. NU dan pemerintah Lamongan harus bersinergi dan berpihak pada kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Keduanya memiliki tanggung jawab yang sama besarnya,” tutur Gus Menteri yang juga kakak kandung Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) ini.

Acara dilanjutkan dengan prosesi peletakan sembilan batu pertama oleh Gus Menteri, didampingi Rois Syuriah, Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, dan Ketua GP Anshor Lamongan. Tak terkecuali Bupati Lamongan, Wabup, Ketua DPRD Lamongan, Ketua Fraksi PKB Jawa Timur, dan Ketua PC Muslimat NU Lamongan.

Seluruh undangan yang hadir dalam acara ini diwajibkan mengikuti protokol kesehatan ketat sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19, dengan dampingan dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Lamongan. [riq/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar