Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Menteri PDTT dan Bupati YES Diskusi Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem dengan Target 0 Persen

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar dan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta jajaran Forkopimda Lamongan saat berdiskusi tentang konsep penanggulangan kemiskinan ekstrem, di Pendopo Lokatantra Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, melakukan kunjungan ke Kabupaten Lamongan untuk mendiskusikan konsep penanggulangan kemiskinan ekstrem bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Pendopo Lokatantra, Sabtu (25/9/2021).

Pada kesempatan tersebut, Menteri yang akrab disapa Gus Menteri ini mengungkapkan, bahwa konsep tersebut, nantinya diharapkan bisa diterapkan di Kabupaten Lamongan. Menurutnya, konsep ini adalah solusi yang diharapkan mampu dilaksanakan untuk mencapai target Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan 0 persen kemiskinan ekstrem di tahun 2024.

Dengan menggunakan pendekatan mikro berbasis desa, data yang diperoleh langsung dari desa ini dianggap akan lebih detail. Selain itu, Gus Menteri menuturkan, leader dalam pelaksanaan konsep ini terletak pada Pemerintah Daerah yang dalam hal ini adalah kabupaten.

“Target presiden 0 persen kemiskinan ekstrem di tahun 2024 ini tidak akan terwujud, kalau cara kerjanya tidak mikro. Tidak berbasis data desa dengan Bupati sebagai leader dalam penanganan ini, dan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi mengikuti road map yang dipersiapkan oleh pemerintah daerah,” terang Gus Menteri.

Lebih lanjut, Gus Menteri menjelaskan, ada 2 macam kemiskinan ekstrem, yakni pertama warga miskin ekstrem yang hampir seluruh kompleksitas multi dimensi kemiskinan yang dimiliki (lansia, tinggal sendiri, tidak bekerja, difabel, memiliki penyakit kronis, rumah tidak layak, dan tidak memiliki fasilitas memadai), serta yang kedua adalah warga miskin ekstrem yang masih mungkin melakukan aktualisasi diri untuk bertahan hidup.

“Untuk kategori miskin yang pertama, penanganannya pemerintah wajib hadir sesuai dengan ketentuan undang-undang, tapi untuk yang nomor dua ini masih bisa diberdayakan. Kategori miskin ini bisa dipilih di masing-masing desa, akan lebih jelas penanganannya dan pasti akan selesai. Sehingga yang ditargetkan presiden 0 persen pada tahun 2024 pasti terlaksana,” ucapnya.

Tak hanya itu, Gus Menteri juga berharap, kategori kemiskinan ini dapat dipilah di masing-masing desa, sehingga dapat mempermudah penanganan. Contohnya seperti salah seorang lansia di Kecamatan Babat yang hidup sendiri dan bisa dikategorikan miskin ekstrem dengan kompleksitas dimensi kemiskinan. Namun, ternyata ia tidak memiliki akses bantuan seperti BLT dan sejenisnya. Setelah dikonsolidasi, ternyata masih tergolong mampu karena memiliki keluarga.

Selain strategi pendekatan mikro berbasis desa dengan leader Kabupaten, pelaksanaan dan tindak lanjut melalui posyandu kesejahteraan juga dianggap efektif untuk dikembangkan. Gus Menteri kembali berharap, setelah pertemuan diskusi ini akan ada tindak lanjut dari Pemkab Lamongan dengan pihak-pihak di Lamongan untuk melakukan konsolidasi secara bersama-sama.

“Tentu saya berharap dengan sangat, langkah pemerintah pusat untuk menciptakan atau mewujudkan target Pak Presiden ini bisa terwujud dan dimulai dari kabupaten Lamongan. Sehingga belum ada kabupaten yang dinyatakan 0 persen kemiskinan ekstrem, Kabupaten Lamongan lebih dulu ditetapkan oleh Pak wakil presiden sebagai Kabupaten 0 persen kemiskinan ekstrem,” tambah Gus Menteri.

Menanggapi hal tersebut, Bupati YES, sapaan Bupati Lamongan mengungkapkan tentang kesiapannya untuk mewujudkan 0 persen kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan. “Pada prinsipnya, setelah diberikan pemahaman secara komprehensif, kami siap untuk 0 persen kemiskinan ekstrem khususnya di Kabupaten Lamongan,” ungkap Bupati YES.

Melihat strategi dan beberapa hal tersebut, Bupati YES mengaku, bahwa elemen-elemen yang akan digunakan oleh Pemkab Lamongan untuk kesuksesan strategi itu sebenarnya sudah siap. Bahkan, Bupati YES berkata, posyandu yang ada di Lamongan pun sudah berkembang dengan baik. “Posyandu di sini sudah berkembang dengan baik, sudah mencakup lansia, pendidikan, tinggal sebenarnya penajaman di masing-masing itu,” tandasnya.

Bupati YES menambahkan, ia juga meminta kepada berbagai pihak terkait untuk segera melakukan sinergi dalam mempertajam dan memfokuskan penanganan kemiskinan ekstrem di Lamongan.

“Yang terpenting, sekarang langkah pertamanya adalah data penduduk dengan kemiskinan ekstrem, untuk lebih jelas dan lebih fokus lagi, sehingga kita lebih mudah dalam pemetaan itu. Nanti bisa segera, dan hari Senin saya minta kita segera berkumpul untuk lebih fokus lagi pada kemiskinan ekstrem di Lamongan,” tambah Bupati YES.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar