Politik Pemerintahan

Menteri Kelautan dan Perikanan Mendatang Harus Mampu Tingkatan Ekspor

Jakarta (beritajatim.com) – Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulau yang tiga perempat wilayahnya berupa laut ekonomi maritim Indonesia yang menawarkan segudang potensi. Dan potensi tersebut tidak hanya untuk mengatasi persoalan kekinian, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi.

Dosen/ Ketua Pusat Studi Pesisir dan Kelautan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur Andi Kurniawan mengatakan, pada periode pertama pemerintahan Jokowi dengan misi besarnya Indonesia sebagai poros maritim dunia merupakan langkah awal menyadarkan kita tentang negara kita yang memiliki sumber daya aquatik yang sangat besar. Visi dalam periode pertama memang memiliki plus dan minusnya.

Minusnya adalah kemaritiman Indonesia belum bisa menjadi pemasukan besar bagi pembangunan Indonesia. Tapi untuk plusnya, sudah dapat membuat banyak orang sadar bahwa kalau bangsa Indonesaia ini ingin besar yang diunggulkan adalah potensi kemaritiman. Begitu tegas pemerintah Indonesia menjaga keamanan wilayah kemaritiman dan perikanan Indonesia.

Wakil Direktur Pascasarjana Multidisiplin Universitas Brawijaya, ini menegaskan sesuai dengan nawacita untuk memanfaatkan sumber daya kemaritiman dengan munculnya kebijakan-kebijakan yang ada. Selama ini terlalu terlena dengan kebijakan pada pembangunan darat, untuk menggeser itu memang diperlukan waktu dan tidak cukup 1 – 3 tahun saja tapi proses panjang untuk membangun Indonesia berdaya di Asia.

Dan pada periode kedua ini, kata Andi dibutuhkan sosok yang bisa memimpin di kelautan dan perikanan yang memahami potensi kelautan dan perikanan Indonesia secara utuh dan bisa memiliki kebijakan-kebijakan yang bisa memberikan kontribusi besar di wilayah kelautan. Banyak kandidat atau pengamat yang memprediksi siapa saja yang akan muncul.

“Nama Bapak Rokhmin sempat muncul, saya rasa beliau merupakan sosok yang mumpuni di bidang perikanan dan kelautan. Keilmuan dan kerja beliau sudah memiliki pengalaman,” ujar dia, hari ini.

Namun Andi juga menegaskan siapapun menterinya, harus sosok benar yang mengerti permasalahan tidak mengambil kebijakan yang parsial kepada satu bidang saja tetapi bisa mengoptimalkan bidang-bidang yang sebenarnya mempunyai potensi besar untuk menjadi salah satu komoditas utama perekonomian perikanan Indonesia.

Sementara Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Bidang Kelautan dan Perikanan, Yogi Prayanto mengatakan harapannya pada sosok Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Kabinet yang akan diumumkan Presiden Jokowi setelah pelantikan pada 20 0ktober 2019 adalah sosok yang mau mendengar.

Yogi juga mengatakan sosok menteri tersebut juga harus memberikan jalan ke luar pada permasalahan kelautan dan perikanan Indonesia. “Sosok menteri yang akan datang adalah sosok yang bila memberlakukan regulasi perikanan kepada para pengusaha perikanan ada atau melalui proses sosialiasasi dan mediasi dengan para pengusaha. Bukan langsung ke luar regulasi atau peraturan tanpa memberikan kesempatan atau masukan pada para pengusaha,” kata Yogi.

Yogi juga berharap sosok menteri kelautan dan perikanan mendatang harus bekerja dengan target prestasi misalnya mampu meningkatkan ekspor. Dari perhatiannya pada sosok menteri yang ada tidak mampu meningkatkan ekspor tetapi dibiarkan sampai setahun.

“Saya sih maunya Presiden Jokowi tegas, memberikan kesempatan kepada menteri KKP berikutnya dengan target setahun mampu tidak meningkatkan ekspor. Kalau faktanya tidak mampu ya harus siap diganti,” kata Yogi bersemangat.

Ketika ditanya apakah Rokhmin Dahuri merupakan kandidat sosok menteri KKP di kabinet berikutnya? Yogi sambil tersenyum berkata, “Ya pokoknya sosok yang mau mendengar, berpengalaman, munpuni di bidangnya, bekerja demi rakyat, mampu menjalani dengan baik tugas KKP, memahami detail regulasi kelautan dan perikanan serta yang utama mampu meningkatkan ekspor,” ujarnya. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar