Politik Pemerintahan

Menteri Edhy Akui Dua Eksportir Benih Lobster Kader Gerindra

Situbondo (beritajatim.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo menyebut semua pihak mendapat kesempatan yang sama untuk memanfaatkan alam. Termasuk dalam melakukan ekspor benih lobster ke luar negeri.

Baru-baru ini, Menteri Edhy memberikan keputusan yang dinilai kontroversial dengan membuka kran ekspor benih lobster. Terlebih, kebijakan itu dinilai hanya menguntungkan sebagian pihak. Karena, adanya dua perusahaan milik kader Partai Gerindra yang memperoleh izin ekspor benih lobster dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Semua dikasih kesempatan yang sama. Yang penting ngikuti aturan dan memenuhi syarat yang telah ditentukan. Terkait (ada 2 pengusaha) dari Partai Gerindra tidak ada masalah. Saya juga tidak tahu kalau mereka mendaftar,” kata Edhy saat melakukan kunjungan kerja ke Situbondo, Kamis (9/7/2020).

Meski demikian, pihaknya memastikan izin itu bukan karena adanya kepentingan untuk partai berlambang garuda itu. Tapi, Dia menyebut kebijakan ini diambil dengan alasan untuk mensejahterakan masyarakat nelayan serta meningkatkan potensi sektor kelautan dan perikanan.

“Ada 26 perusahaan yang mendapat izin. Silahkan ditanyakan, apakah saat mereka mendaftar diikuti nggak prosesnya itu? Dari 26 (perusahaan) yang diberi izin, kebetulan ada dari Gerindra dua. Sementara 24 itu tidak ada hubungannya dengan saya. Kalau saya dikira memihak, silahkan koreksi saya,” terangnya.

Lebih lanjut, Edhy menyebut, mengenai hal ini dirinya siap dievaluasi. Jika dalam praktiknya di lapangan menimbulkan kerusakan atau merugikan. “Kalau ada peraturan yang menyulitkan, atau menghambat, sehingga merusak lingkungan, saya siap dievaluasi. Ini bukan kitab suci. Undang-Undang, Peraturan Pemerintah hukumnya saat berlaku, saat itulah evaluasi dimulai,” pungkasnya. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar