Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Menteri BUMN Erick Thohir Naik Reyog Ponorogo

Menteri BUMN Erick Thohir saat berada di Monumen Bantarangin. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan kerja ke Ponorogo. Ada beberapa agenda kegiatan yang dilakukannya di bumi reyog. Seperti menjadi pembicara acara seminar di IAIN Ponorogo dan menghadiri kegiatan keagamaan di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak. Di sela-sela kegiatan itu, mantan pemilik klub bola Inter Milan itu juga menyempatkan melihat pagelaran Reyog Ponorogo di Monumen Bantarangin di Kecamatan Kauman.

Di monumen tersebut, ternyata Erick Thohir tidak hanya disambut oleh seni reyog, namun juga ada kesenian jaran tek. Tiba di monumen Bantarangin, Erick langsung diberi baju penadon, baju kebesaran Ponorogo. Dia pun langsung mengenakannya. Erick juga sempat naik reyog.

“Indonesia memang luar biasa. Mempunyai keragaman dan kebudayaan. Tidak hanya makanan, tarian, juga baju di tiap daerah. Memang Indonesia luar biasa. Mempunyai keragaman Dan Kenudayaan. Tidak habya makanan, tarian, baju daerah. Bangga Indonesia mempunyai kesenian Reyog,” kata Erick Thohir dalam sambutannya, Sabtu (5/2/2022).

Erick Thohir menyebut BUMN terbuka untuk berkolaborasi dengan daerah untuk memajukan kesenian atau UMKM-nya. Dia mendapatkan informasi bahwa di Ponorogo ada 700 group reyog. Supaya lebih mengenalkan ke dunia, harus kreatif. Sebab saat ini eranya digital, hanya handphone di genggaman bisa melihat dunia.

Jika setiap hari diatur satu grup ditampilkan di media digital, tidak cukup satu tahun tetapi dua tahun orang akan melihat reyog. “Kita harus mulai bertransformasi ke digital,” katanya.

Itu penting dilakukan. Supaya tujuan kesenian reyog Ponorogo untuk diakui dunia cepat terealisasikan. Nah, salah satunya dengan melakukan digitalisasi ini. Untuk diakui dunia, perlu ada jejak digital dari kesenian reyog iti sendiri.

“Apalagi nanti bisa dibantu oleh anak-anak muda yang bisa mempromosikan reyog, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” pungkasnya. [end/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar