Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Menteri ATR Sofyan Djalil Tak Ingin Lapangan Talangsari Jadi Kantor BPN Jember

Menteri ATR Sofyan Djalil (kanan) dan Bupati Hendy Siswanto. [foto: istimewa]

Jember (beritajatim.com) – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyatakan tidak ingin lapangan sepak bola Talangsari di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipindahtangankan menjadi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Meski demikian, ia berterima kasih atas kesediaan Pemerintah Kabupaten Jember menghibahkan lahan untuk pembangunan kantor BPN.

Pernyataan ini muncul saat pertemuan antara Sofyan dengan Bupati Jember Hendy Siswanto, Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, dan tiga pimpinan DPRD Jember, di kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Dalam pertemuan itu, Hendy mempresentasikan beberapa poin. Salah satunya permohonan hibah BPN terhadap lapangan Talangsari.

“BPN Jember menghendaki di sana (lapangan Talangsari). Saya teruskan. Saya tidak ingin BPN kecewa. Silakan buat surat. Perkara nanti DPRD tidak mau, tidak memperbolehkan, ya sudah, kita mengikuti DPRD,” kata Hendy, Rabu (25/5/2022).

“Saya bukan pemutus. Meski saya yang tanda tangan, saya harus tahu diri. Saya penyeimbang. Saya harus memperhatikan keinginan BPN dan saya harus memperhatikan aspirasi wakil rakyat. DPRD Jember adalah manifestasi wakil rakyat. Kalau rakyat tidak setuju, saya harus memberikan alternatif lain yang lebih baik,” ucap Hendy melanjutkan.

Tetapi dalam pertemuan kemarin, rupanya Sofyan tidak setuju lapangan Talangsari dijadikan kantor BPN. Dia beralasan lahan semakin langka dan dikhawatirkan Jember tidak lagi punya lapangan sepak bola.

“Begini, Pak Hendy. Sebaiknya lapangan Talangsari tetap difungsikan sebagai lapangan (sepak bola), karena semakin lama semakin langka, kita tidak punya lapangan,” terang Hendy menirukan ucapan Sofyan.

“Siap Pak Menteri. Tapi mohon izin, kami tetap memproses lewat DPRD Jember. DPRD Jember nanti yang akan membuat keputusan, karena mereka wakil rakyat. Ini saya ajak sekarang ada Ketua DPRD dan para wakilnya untuk mendengarkan langsung,” jawab Hendy kepada Sofyan.

Hendy mengatakan pihaknya menghargai BPN sebagai mitra pemerintah daerah yang membantu urusan pertanahan. Ia mengibaratkan tanah sebagai harta karun, dan BPN membantu untuk mengamankannya dari konflik.

“Dokumen disimpan di BPN. Pemkab Jember harus menjaga BPN. Insitusi ini menyelamatkan rakyat, harus dibantu. Begitu BPN punya ide membuat kantor baru untuk menyimpan dokumen karena kantornya tidak memenuhi syarat, oke silakan membuat surat, nanti kami teruskan ke DPRD Jember,” kata Hendy.

BPN sendiri sudah membuat maket desain peruntukan Lapangan Talangsari. Pemkab Jember hanya meneruskan informasi tersebut kepada DPRD Jember untuk dijadikan pertimbangan pembahasan bersama sebelum memutuskan menolak atau menerima permohonan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim, mengungkapkan pernyataan Sofyan secara otomatis mengakhiri polemik yang terjadi di Jember akibat permohonan hibah tersebut. Sebelumnya, sejumlah warga berunjuk rasa untuk menolak lapangan sepak bola Talangsari dijadikan kantor BPN.

Halim menegaskan Kementerian ATR-BPN memperhatikan betul fungsi Lapangan Talangsari. Ini mengingat lapangan sepak bola serta lahan untuk olah raga di Indonesia semakin berkurang.

“Kementerian juga memandang ruang terbuka hijau di kabupaten seluruh Indonesia merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan,” katanya. [wir/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar