Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Mensos Risma Ingin UMKM Malang Naik Kelas Agar Hidup Lebih Sejahtera

Mensos RI Tri Rismaharini dan anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo.

Malang(beritajatim.com) – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI) Tri Rismaharini meminta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hidup semakin sejahtera.

Caranya, mengemas produk mereka dengan kekinian dan berkelas tinggi. Kemensos menggandeng Bank Indonesia dalam penguatan kepada 2.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kota Malang.

“Saya berharap mereka tidak lagi menerima bantuan karena sekali lagi kalau hanya menerima bantuan, dia hanya menerima Rp200 ribu. Tapi kalau mereka usaha, kapasitas mereka akan menjadi lebih besar,” kata Risma di Malang, pada Sabtu, (25/6/2022) kemarin.

Risma mengatakan, bahwa konsep ini awalnya ditawarkan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo. Karena dianggap sesuai maka konsep ini diimplementasikan. Tujuannya agar dapat segera graduasi dari program PKH selama enam bulan ke depan.

“Saya bersyukur ada Pak Andreas yang saat saya bingung duit darimana untuk mengentaskan mereka. Tiba-tiba Pak Andreas datang menawarkan konsep ini kerja sama dengan BI. Saya bersyukur,” imbuh Risma.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan bahwa dirinya bersama BI memiliki program mendukung UMKM. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kuncinya adalah mentransformasikan uang.

Apalagi selama ini program pemulihan ekonomi nasional salah satunya mendukung daya beli, meningkatkan anggaran untuk perlindungan sosial.

“Kalau hanya mengandalkan bansos tentu daya beli tidak akan meningkat. Oleh karena itu, bagaimana kita bisa meningkatkan daya beli tersebut. Tapi sekarang bagaimana uang itu bisa ditransformasikan. Oleh karena itu, yang kita lakukan adalah kolaborasi. Karena ini juga akan membantu pertumbuhan ekonomi dan yang akhirnya, kalau daya beli meningkat itu kita bisa ada, kita jaga, pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” papar Andreas.

Andreas menceritakan, pihaknya telah punya pengalaman yang sudah terbukti di Surabaya. Pengalaman baik ini lah yang kemudian akan dijadikan contoh. Unit usaha di Surabaya menjadi naik kelas tidak dari ultra mikro kemudian menengah ke atas. Tapi bisa langsung lompat dengan teknologi digital.

“Saya sangat meyakini dengan pengalaman yang ada, ini kita bisa melakukan percepatan. Dan saya mengharapkan di Malang Raya ini, kemiskinan akan turun. Itu akselerasi mereka untuk mereka punya kapasitas meloncat, akan bisa meloncat tinggi,” tandasnya. (luc/ted)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar