Politik Pemerintahan

Mengundurkan Diri, KPU Sumenep Lantik 7 PPK dan PPS Pilkada Pengganti Antar Waktu

Sumenep (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep melantik 7 anggota badan ad hoc Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep Tahun 2020 untuk pengganti antar waktu (PAW).

“Tujuh anggota badan ad hoc itu terdiri dari satu anggota PPK dan enam anggota PPS,” kata Komisioner KPU Sumenep, Rafiqi Tanzil, Senin (15/06/2020).

Satu anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang dilantik melalui proses PAW merupakan anggota PPK Talango. Sedangkan enam anggota panitia pemungutan suara (PPS) yang dilantik adalah satu anggota PPS di wilayah Kecamatan Guluk-guluk, Kecamatan Pragaan, Kecamatan Pasongsongan, dan Kecamatan Kota. Selain itu, dua anggota PPS dari Kecamatan Talango, yakni dari Desa Gapurana dan Padike.

“Ketujuh orang itu semuanya mengundurkan diri dengan alasan yang beragam. Salah satunya ada yang mundur dengan alasan bekerja di luar kota,” terang Rafiqi.

Ia berharap agar anggota badan ad hoc yang baru dilantik tersebut mampu menjaga integritas sebagai penyelenggara pemilu, agar produk yang dihasilkan juga berintegritas.

“Setelah dilantik sebagai penyelenggara pemilu, harus segera berkoordinasi dengan semua pihak untuk menyukseskan pemilihan bupati/ wakil bupati 9 Desember 2020,” tandasnya.

Ia juga mewanti-wanti agar seluruh jajaran penyelenggara pemilu mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai ada penyelenggara pemilu yang terpapar Covid-19. Kalau itu terjadi, maka bisa berdampak serius terhadap partisipasi masyarakat dalam Pilkada,” ucapnya.

Proses pelantikan anggota badan ad hoc tersebut dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan, yakni mengenakan masker, kemudian seluruh peserta dicek suhu tubuhnya, lalu cuci tangan dengan sabun, dan physical distancing. [tem/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar