Politik Pemerintahan

Mengenang Rudy Ermawan, Belajar dari Figur Rendah Hati

Keterangan Foto: Rudy Ermawan Yulianto (Kepala Bappeprov Jatim) saat menerima penghargaan PWI Jatim Award 2020 sebagai Tokoh Birokrasi dari Ketua PWI Jatim Ainur Rohim.

Surabaya (beritajatim.com) – Pribadinya rendah hati, tak banyak bicara, dan menghindari hal-hal bersifat kontroversi. Itu mungkin sedikit karakter Rudy Ermawan Yulianto, ST, MMT, Kepala Bappeprov Jatim. Pria asli Kabupaten Lamongan itu, Selasa (14/7/2020) malam, menghembuskan nafas terakhir di RSU Dr Soetomo Surabaya. Rudy  Ermawan dikabarkan terpapar Covid-19.

Rudy Ermawan (almarhum) termasuk pejabat dengan karir cemerlang di birokrasi Pemprov Jatim. Alumni Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) Malang ini, setelah menjabat Kepala Dinas PU Cipta Karya Jatim dipromosikan sebagai Kepala Bappeprov Jatim. Satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang posisinya strategis di struktur birokrasi pemerintahan provinsi.

Berusia sekitar 50 tahun, karir Rudy Ermawan sebagai ASN masih panjang di Pemprov Jatim. Dia termasuk pejabat rising star di lingkungan birokrasi Pemprov Jatim. Jabatan kepala Bappeprov Jatim yang dipercayakan kepadanya merupakan posisi elit nan strategis dalam konteks formulasi policy planning Pemprov Jatim dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Kepala Bappeprov ibarat orang kepercayaan gubernur, mengingat nilai strategis jabatannya,  selain tentu jabatan Sekdaprov dan kepala OPD lainnya.

Kepulangan Rudy Ermawan ke haribaan Allah SWT sungguh mengejutkan kita semua, termasuk saya secara pribadi. Sebagai Ketua PWI Jatim, saya terakhir kali berkomunikasi dan bersilaturahmi dengan almarhum pada 8 Mei 2020 lalu. Tujuannya, menyerahkan penghargaan PWI Jatim Award 2020 kategori Tokoh Birokrasi kepada almarhum.

Rudy Ermawan termasuk di antara 18 tokoh yang memperoleh penghargaan PWI Jatim Award 2020 dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke-74. Pandemi Covid-19 tak memungkinkan penghargaan itu kita serahkan langsung di Gedung Negara Grahadi. Saya bersama Ketua HPN PWI Jatim 2020, Teguh Lulus R dan Wakil Sekretaris PWI Jatim, Mujib Anwar diterima dan menyerahkan award itu di ruang pertemuan, dekat ruang kerja Rudy Ermawan.

Mengenakan baju batik warna cokelat dan celana  berwarna hitam, di pagi hari itu Rudy Ermawan terlihat ceria dan energik.  Rudy Ermawan mengundang sejumlah staf Bappeprov Jatim untuk mengikuti acara penyerahan dalam suasana sederhana, tapi penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

“Saya tak menyangka dan terkejut menerima penghargaan ini. Saya sebenarnya belum pantas dibandingkan dengan 17  tokoh lainnya yang menerima penghargaan serupa, karena saya belum apa-apa disandingkan dengan para tokoh tersebut,” kata Rudy Ermawan.

Komentar pertama dan penting dari almarhum yang maknanya sangat dalam. Pernyataan itu menunjukkan sikap almarhum yang rendah hati, tak banyak bicara, dan selalu berpikir mampu menjalankan tugas, kewajiban, dan tanggung jawabnya sesuai dengan kapasitas, profesionalisme, dan otoritas yang diamanahkan kepadanya.

“Saya sebenarnya jarang mau dipublikasikan. Ini teman saya (Mujib Anwar) yang biasa mendorong agar kinerja yang bagus dari lembaga yang saya pimpin  untuk dipublikasikan,” tambahnya.

Rudy Ermawan memang memiliki relasi yang baik dengan semua wartawan di Pemprov Jatim. Dengan Mujib Anwar, wartawan Harian Surya yang ngepos di Pemprov Jatim, relasi itu lama terbangun. Apalagi keduanya secara asal-muasal daerah saling berdekatan. Rudy Ermawan asli Kabupaten Lamongan, sedang Mujib Anwar berasal dari Kabupaten Tuban.

Pertemuan pada 8 Mei 2020 itu kontak komunikasi saya yang pertama dan terakhir dengan Rudy Ermawan. Secara pribadi,  saya seringkali mendengar nama dan kiprah Rudy Ermawan sebagai pejabat rising star di Pemprov Jatim. Mungkin di antara para kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Rudy Ermawan termasuk yang paling muda dari sisi usia.

Yang menjadi catatan penting di sini bukan sekadar usianya yang masih muda, tapi jabatan penting yang diembannya. Kalau boleh disimplikasikan dalam perspektif birokrasi pemerintahan regional, Gubernur itu orang pertama, Wakil Gubernur orang kedua, Sekdaprov sebagai orang ketiga, dan Kepala Bappeprov itu sebagai pejabat keempat yang nilai dan posisi jabatannya strategis di struktur pemerintahan provinsi.

Pada HPN 2020, PWI Jatim berketetapan bulat memberikan penghargaan kepada Rudy Ermawan sebagai tokoh birokrasi. Mungkin banyak kalangan kaget kenapa award itu diberikan kepada Rudy Ermawan. Toh yang bersangkutan belum lama menjabat sebagai kepala Bappeprov Jatim.

Bukan sekadar itu parameter penilaian yang dijadikan referensi PWI Jatim. Kita melihat dan mencatat kiprah serta prestasi Rudy Ermawan jauh di belakang. Pada jabatan-jabatan penting yang pernah diembannya sebagai seorang birokrat karir. Satu di antara catatan prestasi penting Rudy Ermawan adalah saat menjabat kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Provinsi Jatim.

Sebagai kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Pemprov Jatim, yakni dengan menjalankan tugas pokok dan fungsi dari Gubernur dan Pemprov Jatim secara amanah dan maksimal, terutama terkait dengan program renovasi rumah tidak layak huni. “Ya itu mesti kita lakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan warga dan promosi kesejahteraan rakyat Jatim,” kata Rudy Ermawan.

Program ini digelar sejak 2009 dan berlangsung hingga sekarang di era Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Sampai tahun 2020, renovasi rumah tak layak huni yang telah dilakukan Pemprov Jatim sebanyak 145.165 unit dan menelan anggaran sebesar Rp 970 miliar. Dari jumlah unit sebanyak itu, sebanyak 138.945 unit rumah yang diperbaiki merupakan milik warga miskin yang tinggal di pedesaan dan tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim. Selain itu, sebanyak 6.220 unit rumah sisanya milik warga miskin yang bertempat tinggal di kawasan pesisir pantai.

Pada awal tahun 2019 lalu, saat masih menjabat sebagai kepala Dinas PU Cipta Karya Jatim, Rudy Ermawan juga menjalankan program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik wartawan. Dalam konteks ini, Rudy Ermawan memiliki kesan khusus. Katanya, “Ternyata mencari rumah wartawan tak layak huni untuk direnovasi sulitnya bukan main. Dari target 10 unit rumah, baru tercapai 5 unit rumah. Alhamdulillah, rumah wartawan baik-baik dan layak huni.”

Saat menerima PWI Jatim Award 2020, Rudy Ermawan berharap, award ini menjadi spirit dan motivasi bagi dirinya yang sekarang diberi amanat sebagai kepala Bappeda Pemprov Jatim untuk bekerja lebih baik lagi. “Sekali lagi, terima kasih banyak atas apresiasinya. Saya juga tak pantas disandingkan dengan 17 tokoh lainnya yang menerima penghargaan serupa. Saya belum ada apa-apanya dibandingkan beliau-beliau itu,” ucapnya jujur.

Pada Selasa malam, pejabat rendah hati itu berpulang ke Rahmatullah. Berita itu mengejutkan semua pihak. Kita berdoa semoga almarhum husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sini Allah SWT. Aamin YRA. [air/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar