Politik Pemerintahan

Mengenal Lebih Dekat Kinerja Duta Besar RI melalui Forum Debriefing III

Jakarta (beritajatim.com) – Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar menggelar forum Debriefing III Kepala Perwakilan RI secara virtual. Dalam kesempatan tersebut, Musthofa Taufik Abdul Latif (Duta Besar untuk Oman periode 2016 2020) dan Mansyur Pangeran (Duta Besar RI di Dakar, Senegal merangkap Gambia, Guinea, Guinea Bissau, Mali, Pantai Gading, Sierra Leone, dan Cape Verde periode 2016 2020) berbagi pengalaman sebagai Kepala Perwakilan di negara akreditasi, selain itu juga menyampaikan berbagai potensi kerja sama yang masih dapat digali oleh Pemerintah Indonesia.

Forum dibuka bersama oleh Kepala Pusat P2K Multilateral BPPK, Bapak Dindin Wahyudin dengan Rektor Undiknas Denpasar, Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T. S.Sos., M.M. Acara dipandu oleh Joevi Roedyati (Diplomat Ahli Madya, P3K Multilateral BPPK) serta Agus Fredy Maradona, Ph.D. (Wakil Rektor Kerjasama dan Kewirausahaan, Undiknas Denpasar) selaku pembahas. Pada forum tersebut, Dindin Wahyudin sebagai designated Duta Besar untuk Senegal juga berkesempatan menyampaikan beberapa rencana tindak (action plan) guna mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan negara akreditasi.

Dalam kesempatan ini, Duta Besar Musthofa Taufik Abdul Latif berbagi pengalaman mengenai upaya memberikan perlindungan kepada WNI di wilayah akreditasi hingga upaya mengubah persepsi negatif masyarakat Oman terhadap Indonesia. Selain itu, peningkatan impor dari Oman mengakibatkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit selama tiga tahun terakhir. Berkaitan dengan ini, Duta Besar Musthofa mendorong kiranya pemerintah dapat mengambil peluang yang ditawarkan Oman seperti pengadaan kereta api guna memperbaiki neraca perdagangan RI-Oman.

Duta Besar Mansyur Pangeran dalam paparannya menekankan bahwa Indonesia perlu lebih memperhatikan benua Afrika, terutama Afrika bagian barat karena masih banyak potensi kerja sama yang dapat diraih; mengingat semakin baiknya profil ekonomi dari wilayah akreditasi. Sektor yang dapat ditingkatkan antara lain konstruksi, transportasi (lokomotif), dan pertahanan (alutsista). Guna memanfaatkan potensi pasar yang luas di Afrika barat, perlu adanya dukungan berupa financial support dari pemerintah dan komitmen dalam pelaksanaannya. Selain itu, kerja sama antar perguruan tinggi dalam bentuk pertukaran tenaga pendidik dan pemberian beasiswa kepada mahasiswa dari negara akreditasi dapat ditingkatkan guna mempererat people-to-people contact kedua negara dan memastikan eksistensi Indonesia di kawasan.

Forum Debriefing III dihadiri setidaknya 779 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa dari Undiknas maupun perguruan tinggi lain, BUMN, media, perwakilan RI di luar negeri, serta berbagai satuan kerja terkait di Kementerian Luar Negeri. Peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti jalannya forum. Dalam sesi tanya jawab, peserta aktif menggali informasi terkait peluang kerja sama dari para Duta Besar yang hadir sebagai narasumber. Hal tersebut menunjukkan bahwa forum Debriefing selain sebagai wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan para Duta Besar, juga dapat menjembatani kerja sama antara Perguruan Tinggi dan para pelaku usaha dengan Perwakilan RI. (hen/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar