Politik Pemerintahan

Mengapa Insentif Tenaga Kesehatan di Jember Tahun Lalu Telat Dibayarkan?

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Wiwik Supartiwi

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran Rp 52 miliar untuk insentif tenaga kesehatan. Sebanyak Rp 20 miliar di antaranya untuk insentif pada Juni-Desember 2020 yang belum dibayarkan pada masa pemerintahan Bupati Faida.

Mengapa ada keterlambatan? “Pada tahun 2020 ada utang Inakes (Insentif Tenaga Kesehatan) yang seharusnya dibiayai Kementerian Kesehatan. Namun karena kita tidak mempunyai Perkada (Peraturan Kepala Daerah) dan APBD (Anggaran Pendapatam Belanja Daerah), sehingga tidak teserap dengan baik,” Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Wiwik Supartiwi.

Saat Wiwik menjadi Pelaksana Tugas Kepala Dinkes pada Maret 2021, ada catatan terutang insentif nakes sebesar Rp 22 miliar. “Kemudian dari itu, kami melapor ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Badan Anggaran. Saat itu ada kebijakan baru. Yang dulu (isentif nakes) seharusnya didanai Kementerian Kesehatan, pada April ada kebijakan setelah pengesahan APBD 2021, bahwa Kementerian Kesehatan tidak bisa memberikan lagi dan dilimpahkan kepada APBD kabupaten dan kota,” katanya.

Hal ini kemudian dilaporkan kepada TAPD dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Jember. “Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 4239, dapat dilakukan pemberian itu tanpa melalui Perubahan APBD,” kata Wiwik.

Dinas Kesehatan mengusulkan anggaran Rp 58 miliar untuk insentif tenaga kesehatan. Dari alokasi itu, Rp 22 miliar digunakan untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan pada 2020 dan Rp 36 miliar untuk 2021.

“Namun karena kesediaan anggaran hanya Rp 52 miliar, maka itulah yang kami manfaatkan lebih dulu, sehingga nanti apabila terjadi kekurangan akan dilakukan Perubahan APBD,” kata Wiwik.

Saat ini, insentif tenaga kesehatan yang menunggak untuk Juni-Desember 2020, sudah terealisasi Rp 20,438 M. “Dan sudah diterima oleh tiga rumah sakit daerah dan 50 puskesmas. Saat ini kami sudah memverifikasi kebutuhan insentif tenaga kesehatan Januari-Juni 2021,” kata Wiwik. Anggaran insentif yang sedang dalam proses pencairan sebesar Rp 9,767 miliar. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar