Politik Pemerintahan

Mendagri: Pak Mahfud hanya Bercanda, Saya Fokus Kerjakan Visi dan Misi Presiden

Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jenderal Pol Purn Tito Karnavian, konsentrasi penuh dan bekerja all out di ranah pemerintahan dalam negeri sesuai visi dan misi yang diamanatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penegasan itu disampaikan Staf Ahli Mendagri, Kastorius Sinaga, dalam pers rilis yang diterima beritajatim.com, Jumat (31/1/2020) malam. Penegasan yang bersifat klarifikasi itu disampaikan seiring dengan beredar luas pemberitaan tentang doa dan dukungan Menkopolhukam Mahfud MD atas pencalonan Tito-Khofifah di Pilpres 2024 mendatang.

Statement itu disampaikan Menkopolhukam Prof Mahfud MD, kata Kastorius, saat memberi sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Pemrintah Provinsi Jatim yang diisi dengan acara peluncuran ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri) oleh Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri di Surabaya.

Acara tersebut diikuti seluruh bupati/wali kota dan komponen Forkopimda Provinsi Jawa Timur di Grandcity Ballroom, Surabaya, Jumat. Dalam acara yang dihadiri 1.500 peserta tersebut, di samping Mendagri Tito, juga hadir sebagai pembicara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Mendagri Tito Karnavian belum berpikir untuk pencapresan 2024, namun hanya ingin fokus bekerja seoptimal mungkin mewujudkan visi dan misi Presiden yang diamanatkan ke Kemendagri. Demikian sikap Mendagri Tito terhadap statement Menkopolhukam Prof Mahfud tersebut,” tegasnya.

“Pak Mahfud itu senior yang saya hormati. Dia itu orangnya suka guyon. Dan saya lihat memang dia hanya sebatas bercanda lah. Gubernur Khofifah selaku Kepala Daerah dan saya selaku Mendagri, saat ini hanya bekerja keras sesuai amanah dari Allah SWT dan juga untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Tito sebagaimana dilansir dalam pers rilis Staf Ahli Mendagri.

Sebagai contoh, menurut Kastorius, terobosan Kemendagri adalah program ADM (Anjungan Dukcapil Mandiri). Program ini dilakukan untuk melayani masyarakat di dalam penerbitan KTP-El, Akta Lahir, Kartu Keluarga, dan dokumen catatan sipil lainnya secara cepat, mudah, dan tidak berbelit-belit. Ending-nya masyarakat terlayani dengan baik, karena dokumen tersebut sangat dibutuhkan masyarakat luas untuk berbagai keperluan.

Kastorius mengutarakan, lewat program ADM ini, anggota masyarakat yang data kependudukannya sudah terregistrasi tinggal ‘klik ADM’ untuk mendapatkan KTP El. Ini, katanya, salah satu bentuk penyederhanaan pelayanan dan sekaligus membebaskan masyarakat dari proses yang berbelit-belit, murah dan juga untuk menghilangkan praktik pungli di dalam pengurusan akta dokumen catatan sipil bagi warga masyarakat di seluruh Indonesia.

Dalam kaitan ini, tegas Kastorius, Provinsi Jawa Timur adalah provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan perangkat tersebut. Selain itu, sudah ada beberapa kabupaten di Jawa Timur yang telah menyediakan perangkat itu untuk melayani warga masyarakat, seperti Kabupaten Magetan.

“Kami harapkan provinsi lain menyusul Jawa Timur menerapkannya. Kami akan memfasilitasi dan membantu. Dengan demikian, aksi nyata pelayanan publik yang mudah, cepat dan bebas hambatan birokratis dapat semakin terwujud dan dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” tandas Kastorius. [air/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar