Politik Pemerintahan

Menanti Realisasi Program Inovatif Pasangan Badrut Tamam dan Raja’e

Pamekasan (beritajatim.com) – Beragam program inovatif hingga raihan prestasi dari berbagai katagori mampu ditorehkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan, khususnya di bawah kepemimpinan Bupati Badrut Tamam dan Wakil Bupati Raja’e.

Padahal kepemimpinan pasangan muda yang akrab disebut Pasangan Berbaur, baru berlangsung dua tahun pasca dilantik sebagai bupati dan wakil bupati oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (24/9/2018) lalu.

Behkan beragam program inovatif hingga berbagai prestasi mampu ditorehkan selama dua tahun memimpin kabupaten dengan dengan luas 792,2 km². Seperti program pelayan satu atap melalui program Mall Pelayanan Publik (MPP) dan branding mobil batik yang mendapatkan penghargaan dari MURI.

Selain itu juga terdapat program beasiswa bagi santri dan siswa berprestasi dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar di sektor pendidikan, termasuk menyediakan Mobil Sigap untuk desa melalui program Pamekasan Call Care (PCC), sekalipun sempat memunculkan ‘polemik’ hingga berujung interplasi dari anggota DPRD Pamekasan.

Realisasi janji politik berupa mengurangi angka pengangguran juga dilakukan melalui program Wirausaha Baru (WUB). Di mana program tersebut menjadi cikal bakal dan upaya menciptakan 10 ribu wirausaha baru sesuai komitmen awal kepemimpinan saat masa kampanye.

Hal tersebut ditandai dengan pengukuhan simbolis bagi 1.554 orang di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Rabu (29/7/2020) lalu. Sekaligus menjadi awal bagi para wirausawan muda untuk mengembangkan bakat dan minat sebagai wirausahawan.

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (depan) bersama Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e (kiri) dan Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman (kanan).

Lepas dari beragam program inovatif hingga gelimang prestasi di awal kepemimpinan, kedua pemimpin muda tersebut memiliki tugas berat untuk melaksanakan beragam program layanan demi kesejahteraan masyarakat menuju adigum ‘Bhejre, Rajjhe tor Parjhuge’.

Hanya saja terdapat beberapa hal yang masih menjadi ‘pengganjal’ beragam program yang digagas duet Badrut Tamam dan Raja’e, tentunya bersama seluruh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Terlebih selama ini, Bupati Badrut Tamam seringkali mengajak seluruh jajaran ASN khususnya pimpinan OPD di lingkungan instansi yang dipimpinnya, agar selalu memiliki komitmen konkrit untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui gagasan reformasi birokrasi demi mewujudkan pelayanan maksimal dengan meninggalkan kebiasaan lama menuju kebiasaan baru yang melayani.

Namun dalam dua tahun terakhir, komitmen pemerintah juga belum memberikan dampak positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui sektor ekonomi di bidang tembakau, terlebih selama keduanya memimpin, harga jual dari tanaman komuditas juga belum menunjukkan hasil memuaskan dan dinilai kontras dengan janji politik saat kampanye.

Beragam upaya dilakukan pemerintah untuk mencari formulasi maupun solusi dari persoalan tata niaga tembakau, dimulai dari melakukan loby kepada pihak pabrikan hingga melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kebijakan maupun perwakilan petani tembakau.

Bahkan inspeksi mendadak alias sidak ke beberapa pabrikan untuk memastikan harga tembakau juga dilakukan oleh Bupati Badrut Tamam. Bahkan saat ini, harga jual tembakau petani cenderung menguntungkan dengan harga relatif tinggi dibandingkan sebelumnya. Hanya saja pasca kegiatan sidak bupati bersama jajaran, harga jual tembakau kembali pada fase semula yang tentunya sangat merugikan petani.

Selain komunitas tembakau, tantangan lainnya berupa rencana memindahkan tribun VIP Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan yang berada di sisi timur stadion ke sisi barat stadion yang terletak di Desa Ceguk, Tlanakan. Terlebih saat ini keberadaan stadion urung dikelola pihak ketiga pasca manajemen Madura United mengurungkan niat mengelola akibat beragam.

Kondisi tersebut tentunya menjadi tantangan bagi kepemimpinan pasangan Badrut Tamam dan Raja’e, sebab terdapat beberapa hal lain yang tentunya menjadi gagasan program inovatif demi mewujudkan Pamekasan berdaya saing dengan kabupaten/kota maju lain di Indonesia. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar