Politik Pemerintahan

Menang 11 dari 19 Pilkada di Jatim, Hasto: Bukti Kaderisasi Arahan Bu Mega Berjalan Baik

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto

Jakarta (beritajatim.com) – PDI Perjuangan mengapresiasi kepada seluruh pengurus, kader, dan simpatisan partai di Jawa Timur, serta terima kasih kepada masyarakat yang mempercayakan pilihannya kepada kader murni partai di 11 kabupaten/kota di provinsi tersebut. Dari 7 incumbent, berdasarkan hasil pilkada ini karena menang jadi naik memiliki kader di 11 kabupaten/kota.

Berdasarkan laporan terakhir dari pemantauan hitung cepat maupun real count, serta pengumpulan data oleh Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), PDI Perjuangan memenangkan 11 dari 19 pilkada yang dilaksanakan di Jawa Timur. Dan dari ke-11 pasangan itu, kader murni partai menjadi kandidatnya.

“Jadi kami tak sekedar menjadi pengusung. Namun kader murni PDI Perjuangan memang benar-benar menjadi kepala daerah karena memenangkan pilkada kali ini,” tegas Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam pernyataan tertulis diterima hari ini.

Menurut Hasto, pilkada pada penduduk tiga besar Jawa Timur berhasil dimenangkan PDI Perjuangan. Sejumlah Ketua DPP PDIP seperti Ahmad Basarah, Sadarestuwati, Said Abdulah, Sri Rahayu, dan Mindo Sianipar dalam 10 hari terakhir berada di Jawa Timur untuk mengawal pilkada.

Hasto juga mencontohkan, di Sumenep, PDI Perjuangan mendukung pasangan Ach. Fauzi berpasangan dengan Hj. Dewi Khalifa. Untuk diketahui, Ach. Fauzi adalah kader murni partai dan menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep. Sementara Hj. Dewi merupakan Ketua Muslimat Sumenep. “Pasangan itu sama-sama mengikuti Sekolah Partai yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan pilkada,” ujar Hasto.

Hasto menambahkan, pasangan ini diusung bukan hanya oleh PDI Perjuangan. Tapi juga oleh partai politik lain seperti Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB). Contoh lain adalah di Kabupaten Malang, dimana PDI Perjuangan mengusung Sanusi sebagai calon bupati yang berpasangan dengan Didik Gatot Subroto. “Saudara Sanusi ini adalah bupati petahana. Sementara Didik adalah kader murni PDI Perjuangan, menjabat sebagai Ketua DPC Kabupaten Malang. Kabupaten Malang setelah 10 tahun kembali ke PDI Perjuangan,” katanya.

Lebih lanjut, Hasto menyebut, pasangan kader murni yang menjadi pemenang ini didukung juga oleh partai lain. Yakni Golkar, Nasdem, Gerindra, PPP, dan Partai Demokrat. “Kami sangat gembira karena kemenangan kader murni PDI Perjuangan seperti ini, akhirnya turut juga menaikkan angka persentase kemenangan bagi partai politik lain,” ungkap Hasto.

Dia juga berpendapat, Pilkada 2020 ini menjadi bukti bahwa proses kaderisasi PDI Perjuangan yang seperti diamanahkan oleh Megawati Soekarnoputri terus berjalan dengan baik. Rakyat Indonesia merasakan sendiri bagaimana proses kaderisasi terstruktur itu telah melahirkan sosok pemimpin yang dianggap berhasil. Seperti Bapak Joko Widodo, Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, Hendrar Prihadi, Abdullah Azwar Anas, dan lain-lain. Bagi PDI Perjuangan, kaderisasi dilakukan agar kader punya standar etika dan moral yang baik, serta memiliki militansi yang memegang tanggung jawab kerakyatan, agar rakyat bisa hidup lebih baik dan lebih bermartabat.

Kepada para calon kepala daerah terpilih ini, Hasto hanya berpesan bahwa kepercayaan rakyat ini harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

“Kami meminta agar terus berdisiplin agar sebagai kader murni PDI Perjuangan yang bertugas di pemerintahan, akan terus melakukan perbaikan dan memastikan kehadiran partai adalah sebagai obor penerang bagi rakyat,” pesan Hasto. (Hendra Brata)

Kami akan terus mengawal hingga proses penghitungan suara pilkada selesai dilaksanakan. Hal itu juga menjadi bagian dari tanggung jawab menjaga kemurnian suara rakyat. [kun]

Kader PDI Perjuangan yang menang di Jawa Timur

1. Sumenep.
Kada Ach. Fauzi (Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep)
Wakada: Hj. Dewi Khalifa. Ketua muslimat Sumenep);
Partai pengusung: PDI Perjuangan, Gerindra, PAN, PKS, PBB

2. Surabaya.
Kada: Eri Cahyadi (Birokrat).
Wakada: Armudji (Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim);
Partai pengusung PDI Perjuangan.

3. Gresik.
Kada: Fandi Ach. Yani (Ketua DPRD Gresik dari PKB, tetapi PKB mencalonkan nama lain)
Wakada: Aminatun Habibah (Pengurus Bamusi PDIP Gresik)
Partai pengusung: PDI Perjuangan, Golkar, PPP, PAN, Demokrat, Nasdem;

4, Banyuwangi.
Kada: Ipuk Fietandani.
Wakada: Sugirah (Bendahara DPC PDI Perjuangan Banyuwangi)
Partai Pengusung: PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, PPP, Nasdem;

5. Situbondo.
Kada: Karna S (Fungsionaris DPC PDI Perjuangan)
Wakada: Khoirani (Pengurus Muslimat Situbondo).
Partai Pengusung: PDI Perjuangan, PPP, Demokrat;

6. Kab. Malang
Kada. Sanusi (Bupati petahana yg dulu diusung PKB)
Wakada: Didik Gatot Subroto (Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Malang)
Partai Pengusung: PDI Perjuangan, Golkar, Nasdem, Gerindra, PPP, Demokrat;

7. Kota Blitar.
Kada: Santoso (Walikota petahana dari PDI Perjuangan)
Wakada: Tjutjuk Sunario.
Partai pengusung: PDI Perjuangan, Gerindra, PPP, Demokrat, Hanura;

8. Kabupaten Kediri.
Kada: Hanindhito Himawan Pramana (Anggota PDI Perjuangan)
Wakada: Dewi Maria Ulfa (Pengurus Fatayat Kediri)
Partai Pengusung: PDI Perjuangan, PKB, Golkar, PAN, Gerindra, Nasdem, Demokrat, PKS.

9. Trenggalek.
Kada: HN Nur Arifin (Bupati petahana/Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek)
Wakada: Syah M Natanegara (Anggota Fraksi PKB DPRD Kab. Trenggalek tetapi PKB mencalonkan calon lain)

10. Ponorogo.
Kada: Sugiri Santjoko (Fungsionaris DPC PDIP)
Wakada: Lisdyarita (Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Ponorogo)
Partai pengusung: PDI Perjuangan, PAN, PPP, Hanura;

11. Ngawi.
Kada: Ony Anwar (Wabup petahana dari PDI Perjuangan)
Wakada: Dwi Ritanto Jatmiko (Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi)
Partai Pengusung: PDI Perjuangan, Golkar, PKB, Gerindra, PAN, PKS, Nasdem, PPP, Hanura, Demokrat.


Apa Reaksi Anda?

Komentar