Politik Pemerintahan

Menaker Cangkruk Gayeng Bersama Buruh Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah punya cara sendiri untuk meredam buruh ditengah gejolak penolakan omnibus law. Menteri tenaga kerja perempuan pertama itu, malah gayeng cangkrukan bersama dengan perwakilan buruh Gresik yang dikemas dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Diakui Ida Fauziyah, sejak dua hari dirinya sudah berada di Jawa Timur. Keberadaan dirinya di provinsi tersebut juga untuk bertemu penerima subsidi upah dengan ditemani langsung oleh ketua federasi buruh. “Saya tidak melarang buruh turun ke jalan menyampaikan aspirasi. Tapi, sebelum turun jalan melihat dulu secara utuh UU Cipta Kerja,” ujarnya dihadapan ratusan perwakilan buruh Gresik,” ujarnya, Sabtu (24/10/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, draft awal banyak pasal UU Cipta Kerja yang tidak sependapat. Untuk itu, dari duduk bersama merevisi pasal pertama. Lalu ada kesepakatan antara buruh dengan perusahaan sebelum UU Cipta Kerja disahkan. “95 persen usulan dan aspirasi buruh sudah diakomodasi di UU Cipta Kerja,” katanya.

Di undang-undang tersebut kata Ida Fauziyah, sekaligus menyempurnakan UU nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pasalnya, di undang-undang itu sudah 13 kali mengalami judicial review. Hal ini karena dinamika ketenagakerjaan progresnya luar biasa, ditambah ada jenis-jenis pekerja baru.

“Yang di UU Cipta Kerja ada persamaan perlindungan tenaga kerja kontrak dengan tenaga kerja tetap. Di UU nomor 13 tahun 2003 tidak diatur. Jadi tidak benar pekerja dieksploitasi, atau pekerja dikontrak sepanjang masa,” ungkapnya.

Sementara itu, KH. Ahmad Muwafiq ulama kondang asal Sleman, Jogyakarta yang dihadirkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama buruh Gresik, lebih banyak memberikan tausiah mengenai keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Umat nabi yang sekarang merupakan umat Nabi Muhammad SAW yang bisa dikatakan umat millenial dan tanpa batas. Tidak heran jika saat ini berbagai macam teknologi sudah menyerang umat manusia. Karena itu, jangan menjadi umat yang manual. Menyikapi soal omnibus law jangan melihat sekarang tapi kedepannya, dan ini sangat kompleksitas yang dihadapi umat Nabi Muhammad SAW,” tandasnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar