Politik Pemerintahan

Menakar Peluang Purnawirawan TNI di Bursa Pilwali Surabaya

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Mencuatnya nama mantan perwira tinggi Angkatan Laut (AL) dalam deretan peserta konvensi calon Wali Kota Surabaya di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengundang perhatian publik. Laksamana Muda (Pur) TNI AL Untung Suropati dipandang menjadi alternatif terbaik figur non kader partai yang akan mendapatkan rekom dari DPP PDIP.

Untung bersama belasan tokoh lain dalam konvensi DPD PDIP Jawa Timur kini tengah menunggu tiket resmi menuju kontestasi pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya dari DPP PDIP.

Melejitnya nama Untung Suropati mendapat respons dari Komunitas Milenial Peduli Indonesia (KOMPI) Surabaya. Sekretaris Umum KOMPI Surabaya Citra Yunia menilai, munculnya nama Untung Suropati di bursa Pilwali adalah sesuatu yang wajar dan mudah diprediksi sejak awal. Citra mengatakan bahwa Untung Suropati bukan nama baru di Surabaya karena perwira lulusan Akabri tahun 1984 tersebut pernah lama bertugas di Koarmatim.

“Nama beliau masuk bursa itu wajar-wajar aja ya, walau sampai saat ini beliau masih tenang dan tidak frontal dalam promosi diri terkait pilwali Surabaya. Saya rasa itu bagian dari strategi politik beliau. Saya kira beliau dan timnya sudah siap menghadapi Pilwali dengan semua program dan strateginya,” kata Citra.

Citra menambahkan, “Tampaknya beliau takkan bergerak selama belum ada surat rekom resmi dari DPP PDIP. Ini bijak. Ciri khas orang yang sudah dewasa berpolitik. KOMPI mengapresiasi gaya berpolitik seperti itu. Jadi promo diri emang nggak perlu terkesan berlebihan di grup-grup WA dengan terlalu sering kirim link berita tapi news value-nya rendah.”

Citra melihat masuknya Untung Suropati dalam konvensi PDIP Jawa Timur adalah sebuah langkah yang tepat. “Beliau butuh kendaraan politik, dan PDIP adalah kendaraan yang terbaik. Saya rasa Pak Wisnu, Pak Untung, dan Pak Angga punya kans yang besar untuk mendapatkan rekom,” ujar Citra.

Sementara itu, menjawab desakan agar Untung Suropati ikut mendaftarkan diri di konvensi yang digelar oleh partai-partai lain, Citra mengatakan bahwa hal tersebut tak perlu dilakukan. “Pilihan Pak Untung mendaftar di PDIP sudah tepat, karena PDIP punya lima belas kursi di parlemen Surabaya. Parpol-parpol lain kan masih harus repot bikin koalisi dulu, lobi-lobi, dan lainnya, karena kekuatan mereka tidak sampai 10 kursi,” pungkas Citra. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar