Politik Pemerintahan

May Day, Kapolresta Mojokerto: Tidak Ada Aksi Buruh

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi saat memimpin Apel Siaga dalam Rangka Kesiapan Pengamanan May Day di Lapangan Apel Maha Patih Gajahmada Polresta Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Meski tidak ada aksi buruh di Mojokerto, Polresta Mojokerto tetap menggelara apel siaga dalam rangka kesiapan pengamanan May Day di lapangan apel Maha Patih Gajahmada Polresta Mojokerto, Sabtu (1/5/2021).  Sebanyak 253 personil diterjunkan dalam pengamanan May Day di Mojokerto.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi menyampaikan pesan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. Pertama mengantisipasi pelaksanaan demo unjuk rasa atau May Day oleh kaum buruh dan kedua yakni penekanan adanya kegiatan aksi oleh Organisasi Papua yang ada di Surabaya maupun di Malang.

“Syukur alhamdulillah di wilayah hukum kita, sudah dilakukan koordinasi hingga tadi malam dan final tidak melaksanakan aksi unjuk rasa. Semula rencananya buruh di wilayah Mojokerto akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Mojokerto. Kita standby, Bagaimanapun juga ketika terjadi hal-hal yang membutuhkan kekuatan sehingga kita harus siap nanti melaksanakan perbantuan,” ungkapnya.

Apakah di Surabaya ataupun di Malang. Masih kata mantan Kapolres Sumenep ini, sesuai hasil rapat jika tanggal 1 Mei 2021 akan ada aksi dari Organisasi Papua sebelum bergabung dengan NKRI tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari proklamasi Papua. Sehingga peringatan Hari Buruh, Organisasi Papua akan bergabung dan mengangkat isu pertemuan otonomi khusus maupun pemisahan dari NKRI

“Yang ketiga, Bapak Kapolda menekankan juga kita harus monitoring pelaksanaan pemulangan Pekerja Migran Indonesia. Kita kemarin sudah ada tanda tangan sebanyak 3 orang di wilayah utara sungai, saya tegaskan kepada para Kapolsek Jajaran harus memahami bagaimana pelaksanaan isolasi ketika pekerja migran tersebut datang,” ujarnya.

Mulai dari bandara Juanda, isolasi dua hari di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan dilakukan testing ketika positif maka isolasinya berlanjut di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Namun ketika negatif akan dipulangkan sesuai dengan kabupaten/kota asal dan di tempat tujuan akan dilakukan isolasi kembali selama tiga hari dan hari ke lima akan dilakukan testing kembali.

“Ketika dia positif maka melanjutkan isolasinya. Ketika negatif maka dia akan pulang sesuai alamat rumahnya. Keempat, pondok pesantren memulangkan santrinya sebelum tanggal 6 atau tanggal 5 tanggal jadi monitoring betul-betul sebisa mungkin kita himbau para pengasuh pondok sebelum tanggal 6 sudah dilakukan pemulangan santri,” tuturnya.

Penyekatan diberlakukan mulai tanggal 6 sampai tanggal 17 Mei 2021, Kapolres menegaskan, saat pengulangan akan kembali dipantau dan sampaikan kepada pengasuh pondok pesantren. Kelima adalah pelaksanaan kegiatan penyekatan, ada hal-hal pengecualian, siapa-siapa yang harus bisa masuk. Seperti kendaraan logistik, BBM, kendaraan sembako atau ambulans.

“Indikatornya keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2021 adalah tidak tingginya angka pertumbuhan angka Covid-19 yang ada di kota/kabupaten. Sehingga kita akan maksimalkan atau optimalkan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2021 ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Mojokerto, Ipda MK Umam menambahkan, dalam Apel Siaga dalam Rangka Kesiapan Pengamanan May Day, Polresta Mojokerto menyiagakan sebanyak 253 personel. “Sebanyak 193 personel dari Polresta Mojokerto, 30 personel Kodim 0815 dan Satpol serta Dishub Kota Mojokerto masing masing 15 personel,” tambahnya. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar