Politik Pemerintahan

Masyarakat Diajak Bersama Selesaikan Persoalan Sampah di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Amin Jabir mengajak masyarakat untuk bersama-sama dan bersinergi menyelesaikan persoalan sampah di wilayah setempat.

Ajakan tersebut tidak lepas dari upaya untuk mewujudkan cita-cita ‘Pamekasan Bebas Sampah Pada 2025’ yang dituangkan melalui Jakstrada Pamekasan 2018/2023. Sekaligus sebagai amanah dalam Kebijakan Strategi Nasional (Jakstanas).

“Saat ini ada sekitar 270 ton sampah di kabupaten Pamekasan, angka itu setiap hari. Sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat untuk bersama mengatasi persoalan sampah ini,” kata Kepala DLH Pemkab Pamekasan, Amin Jabir, Selasa (17/11/2020).

Selain itu, pihaknya mengaku memiliki tanggungjawab besar untuk mewujudkan cita-cita bebas sampah melalui spirit Pamekasan Cantik yang digagasnya. “Dari itu pemerintah bertanggung jawab untuk mengedukasi, memfasilitasi dan memprovokasi masyarakat,” ungkapnya.

“Bahkan jika upaya pemerintah mengedukasi secara intens dan bersinergi dengan peran serta masyarakat, kami yakin persoalan sampah ini dapat segera diselesaikan. Sekaligus dapat mewujudkan cita-cita Pamekasan bebas sampah,” tegas Pak Jabir (sapaan akrab Amin Jabir).

Terdapat beragam program prioritas dalam penanganan sampah di Pamekasan, seperti di hinterline atau pinggir kota, termasuk wilayah pesantren dan pasar yang juga cukup besar untuk wilayah desa, serta desa-desa di pinggir sungai atau pantai. “Apalagi timbunan sampah di objek-objek itu memang sangat tinggi,” jelasnya.

“Untuk mengatasi persoalan ini, kami melakukan berbagai upaya dan program, di antaranya Program Kali Bersih (Prokasih), Pantai Lestari, Program Kelurahan Bersih hingga Sekolah Adiwiyata. Tentunya program ini harus berbasis peran serta masyarakat, jadi wajib bagi masyarakat berpartisipasi dan wajib pula pemerintah menyelesaikan persoalan sampah,” imbuhnya.

“Melalui beragam program ini kami ingin menanamkan sekaligus mengedukasi masyarakat sejak dini, khususnya mulai dari jenjang pendidikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” pungkas pria yang akrab disapa Pak Jabir. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar