Politik Pemerintahan

Masyarakat Bosan, Butuh Sosok Ahmad Nawardi di Pilwali Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Senator DPD RI, Ahmad Nawardi mulai didorong untuk maju dalam pemilihan Walikota Surabaya tahun 2020 mendatang. Munculnya sosok Nawardi ini karena masyarakat bosan dengan figur-figur yang selama ini muncul. Masyarakat sangat berkeinginan figur baru namun punya kapasitas memimpin Kota Surabaya.

Pengamat Politik UIN Sunan Ampel, Abdul Chalik menilai selama ini sosok figur yang disebut maju Pilwali di Surabaya rata-rata dari kalangan tokoh politik yang mayoritas adalah tokoh lama. Padahal, sebenarnya masyarakat masih mencari-cari siapa sosok yang tepat yang cara kerjanya bisa lebih bagus dibanding Bu Risma.

“Menurut saya, ada sosok yang selama ini jelas basis massanya. Dia adalah Ahmad Nawardi anggota DPD RI asal Jatim. Dia cukup dikenal di grass root. Namun, jarang muncul di panggung politik kota Surabaya,” kata Abdul Chalik, Rabu (31/7/2019).

Dia menjelaskan, jika masyarakat Surabaya mendorong Ahmad Nawardi, tentu cukup tepat. Mengingat Ahmad Nawardi tercatat sebagai mantan Ketua Rukun Tetangga (RT) 5 dua periode, kemudian Ketua Rukun Warga (RW) 7 dua periode Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.

Mantan Wartawan Majalah Tempo ini juga dikenal sebagai Nadhliyyin tulen serta totalitas bekerja untuk bangsa dan negara. “Buktinya, Nawardi ini selain pernah menjadi anggota DPRD Jawa Timur dari PKB, kemudian sekarang menjabat anggota DPD RI dan Pemilu 2019 kemarin lolos untuk periode kedua. Sepak terjangnya di tingkat nasional tidak diragukan,” terangnya.

Untuk itu, sangat memungkinkan jika Ahmad Nawardi ini mewujudkan pengabdiannya untuk kota Surabaya. Apalagi, selama ini Nawardi juga dikenal sebagai Ketua Forum RT/RW Kota Surabaya dan Ketua HKTI Jatim. “Jika di level nasional bagus, tentu sangat bisa diandalkan jika kelak mengelola kota Surabaya ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, dari kalangan birokrat, figur baru ada nama Eri Cahyadi Kepala Bappeko Surabaya. Kemudian, unsur akademisi ada Suko Widodo dari Unair Surabaya. Chalik menilai masyarakat Surabaya memiliki jiwa nasionalis religius, maka orang yang berpeluang untuk menjadi pemimpin di Surabaya tentu adalah yang memiliki latar belakang nasionalis dan religiusnya kuat. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar