Politik Pemerintahan

Masuki Puncak Musim Hujan, BPBD Kabupaten Kediri Siaga Bencana

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, pasalnya pada bulan Februari merupakan puncak dari musim penghujan.

Bencana Meteorologi pada tahun ini, berbeda dengan musim musim penghujan pada tahun sebelumnya meskipun secara siklus sama, namun curah hujan ditahun ini bertambah tinggi hingga mencapai 40 persen. Hal tersebut dipicu oleh berbagai faktor antara lain adanya fenomena badai Lalina.

Dari catatan BPBD Kabupaten Kediri, hujan paling deras dan dengan durasi paling lama, terjadi pada tanggal 6 januari 2021 silam yang menyebabkan beberapa bencana alam seperti tanggul jebol, banjir banda di Desa Besowo Kecamatan Kepung serta beberapa sungai meluap. Mengatasi hal tersebut BPBD sudah melakukan penanganan dan pencegahan.

“Beberapa tindakan kami melakukan penguatan tanggul sungai yang jebol di beberapa Kecamatan serta penguatan jembatan akses utama warga yang sifatnya sementara dan sudah kami koordinasikan ke Dinas PUPR untuk melakukan perbaikan yang sifatnya permanen,” ungkap Slamet Turmudzi Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri.

Selain mengatasi dampak dari beberapa bencana alam yang sudah terjadi, BPBD juga intens membangun komunikasi dengan beberapa stakeholder terkait serta relawan bencana utamanya Tim Siaga Bencana Desa (TSBD). “TSBD merupakan kepanjangan dari BPBD untuk tingkat desa, jadi dengan adanya relawan desa bencana sekecil apapun dapat langsung ditindak lanjuti dan segera ditangani,” imbuh Slamet Turmudzi.

Selain intens melakukan komunikasi, ia mengklaim juga telah menyiapkan beberapa alat sebagai penunjang penanganan bencana seperti Banjir, tanah longsor dan juga angin puting beliung. “Kendaraan sebagai alat mobile, gergaji untuk pemotong kayu serta perahu karet yang bisa digunakan untuk bencana banjir semua sudah kita persiapkan dan sewaktu waktu dapat dipakai. Selain itu Kami juga mempunyai 15 Anggota personel dari Unit Reaksi Cepat (URC) yang standby 24 jam,” kata Kalaksa BPBD.

BPBD juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengurangi aktivitas terutama di daerah daerah yang berpotensi terjadinya bencana. “Beberapa lokasi yang perlu ditingkatkan kewaspadaannya di aliran sungai yang sewaktu waktu banjir bandang bisa terjadi.” Tutup Slamet Turmudzi. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar