Politik Pemerintahan

Dialog Publik PWI dan Universitas Jember

Masuk Ruang Paripurna Digotong, Politisi Demokrat Wadul Bupati Jember

Agusta Jaka Purwana (berkursi roda)

Jember (beritajatim.com) – Ketua Fraksi Pandekar Agusta Jaka Purwana meminta kepada Bupati Hendy Siswanto mengupayakan fasilitas publik yang ramah kaum disabilitas. Ia mengalami sendiri bagaimana tidak bersahabatnya fasilitas gedung pemerintah di Pendapa Wahyawibawagraha, kantor pemerintah daerah, dan gedung DPRD Jember, Jawa Timur.

Saat ini Agusta tengah terduduk di kursi roda karena mengalami cedera punggung dan harus dioperasi. “Kondisi Jember yang katanya Kota HAM ternyata tidak ramah terhadap orang-orang disabilitas,” katanya, dalam acara dialog publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Universitas Jember, di DPRD Jember, Kamis (4/3/2021).

Agusta mengaku kesulitan masuk ke ruang sidang paripurna yang berada di lantai dua. “Saya harus diangkat lima orang untuk bisa ke atas. Tapi di sini butuh perbaikan, fasilitas untuk lift, sehingga bisa memfasilitasi kami, para difabel,” katanya.

Bupati Hendy Siswanto meminta maaf kepada Agusta dan berjanji mewujudkan keinginan tersebut. “Tapi kalau dibikin lift di sini (di gedung DPRD Jember), gedung ini mau kita pindahkan. Mohon izin, kami tahun ini mendesain mau untuk memindahkan pemerintahan kota Jember termasuk gedung DPRD. Kita bukan langsung desain, tapi diskusi dulu. Buat KAK (Kerangka Acuan Kerja) dulu. Kalau cocok, lanjutkan lewat desain, dengan perencanaan. Jangan sampai pindah gedung, tidak ada yang mau,” katanya.

Hendy juga berjanji akan memperhatikan fasilitas untuk kegiatan kamu difabel. “Kedua, untuk disabilitas, kami akan siapkan tempat untuk teman-teman berkreasi,” katanya. Ia berharap ada masukan dari penyandang difabel tentang apa yang diinginkan. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar