Politik Pemerintahan

Masuk Karantina, Pemudik Banyuwangi dapat Paket Sembako

Banyuwangi (beritajatim.com) – Para pemudik dari Bali rata-rata adalah pekerja kasar. Mereka pulang karena kontraknya telah habis atau pekerjaan proyek telah selesai dikerjakan.

Meski demikian, tanpa pengecualian mereka tetap harus mengikuti SOP pencegahan Covid 19. Setibanya di Banyuwangi, para warga harus melewati pendataan dan cek kesehatan. Setelah itu, wajib melakukan isolasi yang telah disediakan pemerintah setempat maupun desa masing-masing.

Bagi mereka yang baru tiba di Pelabuhan Ketapang, wajib masuk karantina di GOR Tawangalun. Namun, jika kondisinya sakit secara klinis terdapat gejala langsung dibawa ke tempat karantina di Wisma Atlet.

“Kita siapkan fasilitas isolasi di kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Tawang Alun untuk menampung para pemudik. Sejak dibuka pada Senin (4/5) hingga Kamis (7/5), sudah 28 orang memanfaatkan fasilitas tersebut,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (7/5/2020).

Tidak hanya itu, bagi mereka yang dalam pendataan masuk dalam kategori pekerja juga mendapat bantuan. Anas langsung menginstruksikan ke jajarannya untuk memberi bantuan paket sembako bagi pemudik tersebut.

“Mereka ini pekerja keras. Lihat mereka ketika merantau membawa magic com, galon air, dan sebagainya,” ujar Anas memperhatikan barang bawaan pemudik.

“Tolong Bu Camat beri mereka bantuan paket sembako kepada pemudik. Setiap pemudik di GOR yang memang kurang mampu tolong langsung diberikan paket sembako,” katanya

Pihaknya juga meminta agar perangkat kerja di kecamatan maupun desa dapat melakukan pendataan terhadap para warganya. “Dan tolong koordinasikan dengan kecamatan tempat asal mereka untuk dimasukkan ke skema bantuan warga terdampak,” ujarnya.(rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar