Politik Pemerintahan

Massa Pendukung Prabowo-Sandi Demo KPU Pamekasan

Ketua KPU Pamekasan, Moh Hamzah (pegang mic) saat memberikan jawaban atas aspirasi massa aksi pendukung Prabowo-Sandi di depan Kantor KPU Pamekasan, Jl Brawijaya.

Pamekasan (beritajatim.com) – Ratusan massa pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menggelar demonstrasi ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan di Jl Brawijaya, Kelurahan Jimuncancang, Pamekasan, Jum’at (26/4/2019).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes bahwa pelaksanaan pesta demokrasi yang digelar 17 April 2019 lalu, sebagai pemilu terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Terlebih dengan banyaknya korban jiwa yang diduga kelelahan akibat panjangnya proses pemilu.

Tidak hanya itu, massa juga menuntut agar KPU Pamekasan menyampaikan aspirasi mereka ke KPU Pusat. Salah satunya tuntutan kejujuran KPU Pamekasan terhadap hasil rekapitulasi pemilu di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Hari ini kita diharapkan pada pesta demokrasi terpanjang sepanjang sejarah Indonesia, pemilu serentak dengan durasi waktu yang cukup melelahkan. Bahkan sampai menelan korban jiwa dari para penyelenggara,” kata salah satu otator aksi di hadapan ratusan massa.

Ironisnya, dalam momentum tersebut mereka justru menuntut KPU agar mendiskualifikasi pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin, sekaligus menetapkan Prabowo-Sandi sebagai presiden dan wakil presiden.

“Kami meminta agar KPU tidak melakukan pemilihan ulang, dan menetapkan pasangan Prabowo-Sandi sebagai pemenang Pemilu 2019,” ungkap orator lain yang diiringi takbir peserta aksi.

Sementara Ketua KPU Pamekasan, Moh Hamzah menyampaikan terima kasih atas aspirasi dan masukan masyarakat yang dilayangkan ke instansi yang dipimpinnya. “Terima kasih, kontrol yang seperti ini sangat kita butuhkan sebagai upaya untuk terus bekerja profesional sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai penyelenggara pemilu,” ungkapnya.

“Kami sangat mendukung dan akan terus komitmen menyelenggarakan pemilu adil dan jujur, termasuk juga akan mengajukan data yang benar dan valid kepada KPU Pusat,” sambung pria yang akrab disapa Hamzah.

Dari itu pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi jalannya proses rekapulitulasi. “Tak kalah penting kita juga berharap mudah-mudahan KPU Pamekasan tidak salah input data, jika hal itu terjadi tolong diingatkan dan dikawal,” imbuhnya.

“Namun berkenaan dengan tuntutan diskualifikasi pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin, itu menjadi wewenang dari KPU Pusat. Tapi yang terpenting kami tetap komitmen menjalankan pelaksanaan pemilu berintegritas dan bermartabat,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar