Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bak Bahtera Nabi Nuh

Masjid Ar-Rahman Berdiri di Lembah Gubeng Mojokerto

Masjd Ar-Rahman di area Villa Doa Yatim Sejahtera Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah masjid unik berdiri di Lembah Gubeng yakni antara kaki Gunung Penanggungan dan Welirang. Masjid dengan desain Kapal Pesiar ini terletak di area Villa Doa Yatim Sejahtera yakni sebuah panti asuhan yatim piatu di Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Masjid unik ini mirip dengan Bahtera Nabi Nuh. Dalam agama Samawi, Bahtera Nuh adalah sebuah kapal yang dikisahkan dibangun atas perintah Tuhan untuk menyelamatkan Nuh, keluarga, kaumnya yang beriman dan kumpulan binatang yang ada di seluruh dunia dari air bah.

Berada di atas bukit layaknya kapal yang terdampar setelah diterjang banjir besar. Masjid yang dibangun tahun 2016 lalu ini, memiliki lima lantai. Lantai pertama digunakam untuk asrama, lantai kedua digunakan untuk sholat, lantai ketiga digunakan untuk aula, lantai empat dan lima untuk kamar atau tempat menginap tamu.

Pengasuh Villa Doa Sejahtera ,Mukhiddin Al Jubali, desain Kapal Pesiar adalah putra dari pengasuh Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Lamongan, Gus Amirul Mukminin. Beliau lah yang juga memotifasi Gus Mukhiddin (panggilan akrab, red) untuk mendirikan panti asuhan anak yatim piatu.

“Diharapkan menjadi bahtera penyelamat karena penghuni disini berasal dari berbagai macam persoalan sosial. Untuk pembangunannya sendiri banyak didukung dan bantuan tenaga dari masyarakat. Seperti relawan, anak pramukan, TNI, Polri. Semuanya dikerjakan secara manual,” ungkapnya, Selasa (5/4/2022).

Bangunan masjid dengan ukuran 25 x 45 meter ini sebenarnya belum sepenuhnya rampung. Pembangunaan sempat vakum pada tahun 2021. Sejak awal pembangunan hingga saat ini, bangunan masjid telah menghabiskan anggaran sekitar Rp2,5 milyar yang bersumber dari swadaya masyarakat dan berbagai kalangan.

“Rencananya, pembangunan akan dilanjutkan lagi dan akan diperpanjang sekitar 10 meter lagi. Diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 1milyar lagi untuk membuat bangunan nampak seperti kapal asli. Karena saya ingin masjid ini benar-benar seperti kapal, baik pada tampilan luar maupun yang dalam,” ujarnya.

Pria 42 tahun ini menambahkan, yang terpenting bukanlah desain masjidnya, namun ia berharap dengan memiliki bangunan unik muda-mudi bisa lebih bersemangant untuk beribadah. Menurutnya, apapun bentuk masjidnya, yang penting bisa ramai dan makmur.

“Kalau orang mau kesini harapannya sama dengan rekreasi, tempat rekreasi kan selalu ramai dikunjungi. Meski belum rampung, Ada ngaji rutin. Kalau Selasa Pon itu ada teman-teman yang banjarian dari Jombang, Sidoarjo dan Mojokerto sendiri,” lanjut bapak empat anak ini.

Masjid bernama Ar-Rahman ini telah dipergunakan untuk kegiatan, baik oleh penghuni Villa Doa Yatim Sejahtera maupun masyarakat umum lainnya. Bahkan kegiatan pengajian rutin yang digelar Villa Doa Yatim Sejahtera dengan mendatangkan jamaah dari luar Mojokerto.

“Kalau bulan ramadan sebelum pandemi, biasanya banyak komunitas yang menggelar kegiatan buka bersama anak panti di sini. Dua tahun sebelumnya saat bulan ramadan di Villa Doa Yatim Sejahtera, setiap hari ada kegiatan buka bersama dari berbagai komunitas tapi untuk saat ini, kami tidak bisa memastikan,” tuturnya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar