Politik Pemerintahan

Masalah Ideologis Jadi Kendala Terwujudnya ‘Head-to-Head’ Pilkada Jember

Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq alias Gus Mamak

Jember (beritajatim.com) – Madini Farouq, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, melihat koalisi besar partai politik untuk mencalonkan satu pasangan calon bupati dan wakil bupati agak sulit terwujud.

Menurut Madini, pilkada Jember bukan hanya persoalan demokrasi. “Ada persoalan ideologi. Mungkin ada partai yang melihat calon secara ideologis tidak sesuai dengan ideologi partai tersebut, sehingga itu yang menyebabkan sulit terjadi head-to-head,” katanya, Sabtu (22/8/2020).

Namun kendati susah diwujudkan, Madini menilai kemungkinan itu masih ada. Hal ini yang menyebabkan rekomendasi PPP belum juga terbit hingga hari ini.

“Kenapa agak lama, karena ini terkait dengan rekomendasi lintas DPP (Dewan Pimpinan Pusat) partai. Tidak ada satu pun partai di Jember yang bisa berangkat tanpa koalisi. Jadi butuh waktu untuk berkoordinasi antar DPP, mencari kesamaan chemistry, termasuk merespons permintaan agar terjadi head-to-head dengan petahana,” kata Madini, Sabtu (22/8/2020).

Madini Farouq

Sebelumnya, sebelas pimpinan partai politik tingkat Kabupaten Jember sudah melayangkan surat kesepakatan bersama tertanggal 29 Juli 2020 kepada DPP masing-masing. Sebelas partai itu adalah Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem (yang memiliki 8 kursi parlemen), PDI Perjuangan, Gerindra (7 kursi), Partai Keadilan Sejahtera (6 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (5 kursi), Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, Perindo (2 kursi), dan Partai Berkarya (1 kursi).

Salah satu isinya adalah: ‘Dengan lolosnya incumbent (petahana) sebagai calon independen pada pemilukada tahun 2020 di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, maka kami memohon kepada seluruh DPP partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Jember melakukan koordinasi dengan seluruh DPP partai politik sebagai bentuk ikhtiar mengusung satu pasangan calon yang kuat untuk menjadi penantang petahana agar bisa head to head’. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar