Politik Pemerintahan

Masa Tenang, Bawaslu Ponorogo Terima Laporan Politik Uang

Ponorogo (beritajatim.com) – Bawaslu Ponorogo menindaklanjuti laporan terkait dugaan praktik politik uang yang terjadi menjelang Pemilu pada 17 April nanti. Pada masa tenang, hari Minggu (14/4/2019) kemarin, warga Desa/Kecamatan Jenangan melaporkan pelaku yang diduga membagikan uang untuk memilih salah satu caleg di dapil 2 yang meliputi Kecamatan Jenangan, Mlarak dan Siman.

“Pada hari Minggu kemarin, Bawaslu Kecamatan Jenangan mendapat laporan bagi-bagi uang,” kata Kordinator Divisi Penindakan Bawaslu Ponorogo Marji saat ditemui beeitajatim.com di kantornya, Senin (15/4/2019).

Mendapat laporan tersebut, Bawaslu Kecamatan Jenangan, kata Marji langsung dilimpahkan ke Bawaslu Ponorogo. Kini pihaknya akan melakukan investigasi kepada pelapor dan terlapor. “Kami sudah layangkan surat pemanggilan untuk pemeriksaan kepada pelapor dan terlapor,” katanya.

Masih kata Marji, tindakan ini dilakukan untuk klarifikasi dalam rangka pemenuhan unsur tindak pidana pemilu. Selain itu pihaknya juga ingin meminta keterangan lebih lanjut dari pelapor dan terlapor.

Dalam laporan tersebut juga disertai barang bukti yakni uang sejumlah Rp 1.330.000 dalam nominal 20 dan 59 ribu serta daftar nama calon penerima money politik tersebut. “Kalau dilihat dari jumlah uang dan banyak daftar orang yang menerima, setiap orang akan menerima Rp 70 ribu,” katanya.

Ke depan, Bawaslu Ponorogo menghimbau warga untuk menolak politik uang. Ketika tahu ada yang melakukannya segera lapor ke bawaslu atau pihak kepolisian. Pelaku politik uang, kata Marji, bisa dikenai sanksi hukuman sesui pasal 523 ayat 2, dengan maksimal penjara 4 tahun dan denda Rp. 48 juta. [kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar