Politik Pemerintahan

Masa Reses, Ketua DPD Minta Senator Pantau Kesiapan Daerah Hadapi Corona

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat menerima Duta Besar LBBP RI untuk Mexico Cheppy T. Wartono. (Dok DPD)

Jakarta (beritajatim.com) – Jadwal Reses anggota DPD RI yang masih berlangsung hingga 22 Maret mendatang sebaiknya juga diisi dengan melihat secara langsung kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman pandemi virus Corona COVID-19. Demikian dikatakan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Dikatakan LaNyalla, dirinya menghimbau agar semua senator di dapil masing-masing di 34 Provinsi di Indonesia dapat melihat secara langsung bagaimana daerah melakukan mitigasi bencana terkait virus ini. “Termasuk kita dapat mengetahui apa yang dikeluhkan pemerintah daerah yang dapat kita suarakan ke pusat,” ujarnya.

“Sebaiknya diluangkan waktu di masa reses ini, untuk bertemu kepala daerah, kepala dinas kesehatan atau direktur rumah sakit rujukan di daerah. Terutama bagaimana kesiapan daerah-daerah di luar Jawa. Sehingga nantinya dapat kita petakan setelah reses usai, untuk menjadi fokus bahasan di alat kelengkapan DPD,” urainya.

Karena, lanjut LaNyalla, dirinya yakin beberapa daerah masih mengalami hambatan dan keterbatasan beberapa hal dalam melakukan mitigasi bencana ini. “Terutama kesiapan rumah sakit rujukan. Berapa ruang isolasi yang disiapkan, apa peralatan yang kurang. Intinya, semangat kita membantu daerah untuk lebih siap,” tuturnya.

Menurut mantan Ketua Umum Kadin Jatim ini, melakukan mitigasi secepatnya sangat penting. Karena perkembangan jumlah orang yang dirawat semakin hari semakin bertambah. “Prinsip mitigasi kan upaya kita untuk mengurangi resiko bencana, melalui beberapa cara. Nah ini yang penting kita lihat. Seberapa serius,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sejumlah media, kasus orang teridentifikasi positif virus Corona COVID-19 di wilayah Indonesia terus bertambah. Kini ada 69 kasus positif Corona. Dari 69 kasus ini, total ada 4 orang yang telah meninggal dunia. Sebaliknya, ada 5 orang yang dinyatakan sembuh. [hen/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar