Politik Pemerintahan

Masa PPKM, PSI Peduli Bagikan Masker dan Makanan

Warga membawa makanan dan masker hasil pemberian dari PSI Surabaya. [Foto/Istimewa]

Surabaya (beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 8 Februari 2021 di Surabaya membuat kegiatan ekonomi dan sosial menjadi terbatas.

Bagi kebanyakan orang hal ini menjadi masalah bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu, kader PSI Surabaya berbagi kasih dengan membagikan makanan dan masker di beberapa wilayah di Surabaya.

Wakil Ketua DPD PSI Kota Surabaya, Erick Komala beserta jajaran pengurus DPC Tandes, DPC Pakal, DPC Benowo dan DPC Dukuh Pakis ikut ambil bagian dalam membagikan lebih dari 300 nasi bungkus dan masker. Lokasi pembagian ada di sekitar Terminal Manukan, Balongsari dan pemukiman pemulung di Manukan.

“Pemberlakuan PPKM di Surabaya juga tentu mempengaruhi ekonomi warga Surabaya secara tidak langsung. Karena itu kami juga bagikan masker dan nasi bungkus gratis,” kata Erick Komala yang mempunyai inisiatif untuk membuat aksi sosial ini, Minggu (31/1/2021).

“Yang kami lakukan mungkin hanya aksi kecil untuk memberi makan bagi yang membutuhkan dan membagikan masker sembari mengingatkan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan di era pandemi ini,” imbuhnya.

Saat pembagian, kader PSI tidak lupa untuk terus menyosialisasikan untuk patuh protokol kesehatan 5M. “Jangan sampai lengah dan menjadi korban Covid-19 ini,” kata Ketua DPC Dukuh Pakis, Jan Wardani Parangin menambahkan.

Ketua DPC Tandes Van Basten Marpaung yang ikut terjun langsung menambahkan, warga Surabaya harus saling bahu-membahu untuk menolong sesama agar bangkit dari pandemi ini dengan cara berbagi.

Sejumlah kader PSI Surabaya usai membagikan masker dan makanan

“Menjaga diri sendiri dengan menerapkan prokes yang ketat juga merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan orang lain,” tutur Junius Hura, Ketua DPC Benowo.

“Kita juga terus saling mengingatkan warga untuk menaati prokes, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kegiatan ekonomi harus tetap berjalan, tapi dengan prokes yang ketat. Dengan adanya vaksin, semoga ini menjadi jalan keluar untuk menghadapi virus Covid-19,” pungkas Erick Komala. [tok/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar