Politik Pemerintahan

Mas Dhito Bakal Bangun Transportasi Interkoneksi dengan Kampung Inggris Pare

Kediri (beritajatim.com) – Bakal Calon Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramono bakal menyelesaikan persoalan Kampung Inggris Pare bila terpilih dalam Pilbup Kediri 2020. Pernyataan tersebut disampaikan saat berdialog dengan para pemilik lembaga kursus bahasa tersebut di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (11/7/2020) malam.

“Site plane Kampung Inggris sudah saya serahkan ke Kementerian PUPR dan Dirjen terkait. Sudah lima tahun yang lalu. Kalau saya terpilih tidak lebih dari setahun sudah selesai. Tentang standarisasi kurikulum, mengelola pariwisatanya,” ujar Mas Dhito, panggilan akrab putra Sekretaris Kabinet, Pramono Anung itu.

Meskipun namanya telah mendunia, namun ternyata ada sejumlah persoalan yang dihadapi oleh Kampung Inggris Pare. Seperti yang diutarakan oleh Abdul Wasik, salah seorang pemilik lembaga kursus bahasa ini ketika bertemu dengan Mas Dhito. Menurutnya, Kampung Inggris yang memiliki potensi cukup besar tidak memiliki sebuah icon khusus, serta tidak memiliki induk pengelolaan yang jelas.

“Dari dulu Kampung Inggris ya begini saja. Potensinya cukup besar, tetapi tidak punya icon. Induk kami tidak jelas, secara perizinan di Dinas Pendidikan, tetapi yang dipromosikan itu malah wisatanya,” katanya.

Akibat persoalan tersebut, dimasa pandemi Covid-19 ini, para pemilik lembaga kesulitan dalam menyampaikan keinginannya untuk membuka pembelajaran kembali dengan protokol kesehatan.

Hal senada diutarakan oleh Taufiq, pemilik lembaga kursus lainnya. Ada tiga poin persoalan yang ia sampaikan dalam forum itu. Pertama berkaitan dengan keberadaan kendaraan bermotor di lingkungan kursus yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Mengingat, ruas jalan di kawasan pendidikan bahasa tersebut relatif sempit, padahal volume kendaraan yang melintas semakin banyak. Disisi lain, aktivitas pelajar justru lebih cenderung menggunakan transportasi sepeda.

“Kedua mengenai interkoneksi transporasi ke Kampung Inggris. Ini seharusnya mendapat akses yang lebih mudah. Karena selama ini tidak ada aksesnya. Sehingga lembaga menyediakan settle. Namun kekhawatiran kami, ini malah menjadi kecemburuan bagi lembaga yang tidak punya kendaraan,” serunya.

Persoalan lainnya, terus Taufiq adalah aksebilitas internet. Sudah menjadi sebuah keharusan untuk mengenal kemajuan dunia luar dengan jaringan internet. Akan tetapi hal tersebut tidak terjadi di Kampung Inggris.

“Terakhir Kampung Inggris ini, kami berharap bisa difollow up lagi. Seperti misalnya, lembaga yang ada bisa diajak event tingkat Nasional. Sehingga dapat diketahui oleh masyarakat luar. Bagaimana kurikulum kami yang berbeda,” tutupnya.

Menurut, Mas Dhito, dalam kerangka mengelola Kampung Inggris menjadi lebih baik, pertama harus memikirkan sektor pendidikan terlebih dahulu, kemudian perihal pariwisatanya. Dirinya optimis, bila terpilih sebagai Bupati, Kampung Inggris ini akan menjadi PAD terbesar di Kabupaten Kediri.

Sementara itu mengetahui persoalan transportasi, menurut Mas Dhito ada beberapa opsi yang bisa diambil. Pertama ihwal kepadatan arus lalu lintas, bisa dilakukan dengan jalan mengurangi jumlah kendaraan. Caranya seperti menerapkan skema ganjil-genap ataupun three in one.

“Untuk transportasi yang terkoneksi, nanti pemerintah akan menyediakan aksesnya. Misalnya dari Bandara Kediri terkoneksi dengan Stasiun, Terminal dan langsung ke Kampung Inggris. Tetapi tentunya akan melalui proses proses pengkajian,” tutupnya.

Hanindhito Himawan Pramono resmi mendapat surat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju Pilbup Kediri 2020. Dia berpasangan dengan Ketua Fatayat NU Kabupaten Kediri, Dewi Maria Ulfa.

Hari ini, Mas Dhito memulai agenda turun ke bawah (turba) untuk menyerap aspirasi masyarakat. Ia didampingi langsung oleh Plt Ketua DPC PDIP Kabupaten Kediri, Kanang Sulistyono (Bupati Ngawi), Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodik Purwanto dan Wasis, Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari F-PDIP.

Agenda pertama, rombongan Mas Dhito menghadiri acara Deklarasi dan Ngopi di Kampung Petung, di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Kemudian datang ke acara Deklarasi Bersama FKB KI di Tulungrejo, Kecamatan Pare. Acara yang dikemas dalam bentuk dialog ini, juga dihadiri oleh sejumlah Kapala Desa (Kades), tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Mas Dhito juga berencana menghadiri agenda Deklarasi Dukungan Guyub bersama Komunitas Motor dan PKL di Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri malam ini. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar