Politik Pemerintahan

Marak Pohon Tumbang, Kota Surabaya Perlu Gunakan Arbosonic

Kondisi pohon tumbang di kawasan A Yani Surabaya, Minggu (5/1/2020) ketika hujan deras disertai angin kencang

Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa waktu terakhir, di Kota Surabaya marak terjadi kasus pohon tumbang. Tak tanggung-tanggung, dalam satu hari, sempat terjadi 44 kasus secara bersamaan di lokasi berbeda. Bahkan, korban jiwa pun muncul.

Melihat kondisi yang ada, tokoh wanita asli Surabaya Lia Istifhama memberikan usulan agar hal serupa tidak lagi terjadi. Selain perampingan ranting, menurut sosok yang akrab disapa Ning Lia ini, perlu ada tindakan lain yang diambil.

“Atensi khusus terhadap hal ini juga harus memiliki porsi besar untuk diperhatikan. Saya pernah baca soal alat pendeteksi kekuatan pohon, yaitu sejauh mana pohon kuat, tidak lapuk, dan tidak mudah tumbang,” kata Lia, Rabu (8/1/2019).

“Pendeteksi ini namanya arbosonic. Yang punya pustekolah, pusat penelitian di bawah naungan Balitbang Kementerian Kehutanan. Barangkali, alat-alat pendeteksi seperti itu bisa terus diberdayakan sebagai bentuk antisipasi pohon tumbang,” beber keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini.

Di sisi lain, Lia yang juga santer di pusaran bursa Pilwali Surabaya ini turut mengapresiasi program-program penghijauan dari Pemkot Surabaya. “Langkah penghijauan kota Surabaya yang selama ini telah berjalan tentu wajib kita apresiasi. Karena bukan langkah mudah untuk menjadikan suatu kota metropolis menjadi kota yang ramah lingkungan,” tegasnya.

“Ini yang harus kita akui bahwa memang Bu Risma telah memberikan sentuhan yang sangat bagus untuk Surabaya. Namun memang ada kondisi-kondisi force majeure yang bisa menjadi pertimbangan suatu langkah preventif yang bisa ditempuh atas sesuatu hal. Contoh cuaca buruk, apa saja sisi hazard atau dampak yang bisa dimunculkan ketika peristiwa itu terjadi,” pungkas Lia. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar