Politik Pemerintahan

Mantan Pelaksana Harian Sekda Jember Jadi Sasaran Caci Maki

Achmad Imam Fauzi, mantan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Jember (baju coklat) berfoto bersama dengan beberapa aktivis yang mengkritisi posisinya. [foto: dokumentasi GRJ]

Jember (beritajatim.com) – Achmad Imam Fauzi, mantan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi sasaran caci maki dari sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat, usai rapat pengarahan aparatur sipil negara, di kantor pemerintah kabupaten, Senin (22/2/2021).

Fauzi adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember. Dia diangkat menjadi pelaksana harian sekda oleh Bupati Faida sebelum lengser, setelah Sekretaris Daerah Mirfano dijatuhi sanksi disiplin berat.

Posisi Fauzi dan Mirfano yang sama-sama merasa absah menyebabkan terjadinya dualisme jabatan. Namun, Pelaksana Harian Bupati Hadi Sulistyo menyatakan, Mirfano adalah sekretaris daerah yang sah dan berhak memberikan sambutan mewakili ASN saat rapat pengarahan.

Dwiagus Budiarto, salah satu aktivis berkepala gundul, dalam video yang beredar di media sosial sempat memberikan peringatan kepada Fauzi. “Buat Plh abal-abal, Fauzi, lebih baik minggat dari Jember. Biar gak bikin gaduh saja, ya. Kami sesama gundul akan mengusir kamu. Camkan itu!”

Fauzi sempat bersantai-santai di depan Aula PB Sudirman sambil merokok sebelum acara dimulai. Bahkan ia sempat bersalaman dengan Jumadi Made, salah satu aktivis. “Wis mari (sudah selesai),” kata Fauzi.

“Oh, siap. Yang penting balik asal,” sahut Jumadi, sambil tersenyum lebar.

Fauzi juga sempat berfoto bersama dengan Jumadi dan beberapa aktivis. Namun, saat meninggalkan aula seusai rapat, pria berkepala pelontos yang berjalan dengan didampingi Sekretaris Daerah Mirfano itu menjadi sasaran caci maki. “Ndul, gundul! Keluar dari Jember,” teriak salah satu orang. “Minggat, Ndul!”

Dwiagus juga menanyakan sanksi terhadap Fauzi dari Gubernur Jawa Timur berupa penurunan pangkat yang diterbitkan beberapa waktu lalu. “Pak, bagaimana sanksi gubernur? Masa masih jadi Kepala Bappeda,” katanya kepada Mirfano. Namun pertanyaan itu tak dijawab oleh Mirfano. [wir/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar