Politik Pemerintahan

Mantan Kepala BPN Jember Disambut Ngopi Bareng Ketua PAN dan Demokrat

Jember (beritajatim.com) – Suasana penuh keakraban dihadirkan pengurus Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat, saat menerima Djoko Susanto dalam penjaringan bersama calon bupati, di Kafe Pojok Bangka, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020).

Djoko adalah mantan kepala Badan Pertanahan Nasional Jember. Dia datang dengan didampingi mantan ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Jember Evi Lestari. Mereka disambut langsung oleh Ketua DPD PAN Jember Lilik Niamah dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jember Zarkasi. Hadir juga dua anggota DPRD Jember Agusta Jaka Purwana dari Demokrat dan Nyoman Aribowo dari PAN.

Suara lagu We are The Champions dari Queen terdengar ingar-bingar dari perangkat pelantang suara. Setelah mendapat kalungan bunga, menjalani proses pendaftaran, Djoko tak langsung pulang. Dia menyempatkan diri minum kopi bersama dua ketua partai dan berdiskusi.

Nasi pecel bungkus disiapkan untuk sarapan. Namun Djoko menampik. “Wah, saya baru saja sarapan sebelum ke sini. Ayo ngopi saja,” katanya.

Diwarnai canda, mereka ngobrol soal situasi politik Jember. Nyoman Aribowo menanyakan kepada Djoko apakah berniat menyatukan semua partai. “Kalau saya daftar ke sini dalam rangka ikhtiar itu. Hari ini waktunya kita melebur jadi satu. Ego sektoral kita tanggalkan,” kata Djoko.

Djoko menerangkan soal program anggaran Rp 500 juta per dusun saat menjabat. Program itu tertempel di baliho-baliho dan poster kampanye.

“Dengan anggaran itu diharapkan pertumbuhan pembangunan dan ekonomi merata di seluruh pelosok. Diharapkan dengan pola itu ada pemberdayaan lokal,” kata Djoko.

Nyoman memuji terpampangnya program itu di baliho dan poster kampanye. “Itu bagus, karena memancing pertanyaan,” katanya.

Namun Djoko mengingatkan, struktur pola pikir masyarakat harus diubah agar tak mengharapkan dana dusun dibagikan dalam bentuk bantuan tunai. Dana itu harus dirupakan program pembangunan padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja lokal. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar