Politik Pemerintahan

Mantan Kabag Humas Kandidat Kuat Sekda Gresik

Andhy Hendro Wijaya (kiri) usai Menjalani Seleksi Visi dan Misi Calon Sekda beserta empat calon lainnya

Gresik (beritajatim.com) – Mantan Kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya menjadi kandidat kuat calon Sekretaris Daerah (Sekda). Sebelum menjabat Kepala Badan Penerimaan Pengelolahan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD, Andhy sapaan akrabnya pernah menjabat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), dan Asisten I Perekonomian Setda Gresik.

Ada tiga pejabat yang lolos seleksi sampai tahap akhir. Ketiga orang itu adalah Kepala Badan Penerimaan Pengelolahan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik, Andhy Hendro Wijaya. Selanjutnya, Kepala Satpol PP Abu Hasan, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarso Soegito.

Sementara, berdasarkan penilaian panitia seleksi (Pansel). Andhy menduduki peringkat pertama dengan nilai 90,74. Disusul Tarso Soegito tempat kedua dengan nilai 83,98, dan Abu Hasan berada di tempat ketiga dengan nilai 81,95.

Rencananya, pejabat yang akan menduduki kursi Sekda ditentukan Rabu (9/1/2019). Setelah itu, Bupati Sambari Halim Radianto melantik ketiga calon yang lolos seleksi.

Kepala BKD (badan kepegawaian daerah) Gresik Nadlif memastikan hasil penilaian murni dari tim penguji. Semuanya dari luar Pemkab Gresik. Diantaranya, Kepala Kantor Regional II BKN Surabaya Tauchit Djatmiko, Plt Kepala BKD Jatim Anom Surahno, Rektor UMG (Universitas Muhammadiyah Gresik) Prof Setyo Budi, akademisi Unair (Universitas Airlangga) Prof Djoko Mursinto dan mantan Sekda Gresik Moch Najib.

“Hasil penilaian merupakan akumulasi nilai assesment dan pemaparan visi-misi kandidat. Prosentasenya 40:60. Nilai assesment 40 persen dan nilai pemaparan visi-misi 60 persen,” ujar Nadlif, Selasa (7/1/2019).

Nadlif menambahkan, hasil penilaian sudah disampaikan ke gubernur Jatim dan KASN (komite aparatur sipil negara). Rekomendasinya sudah turun. Hasil penilaian beserta rekomendasi sudah diserahkan ke bupati.

Terpisah, Bupati Sambari Halim Radianto menyatakan hasil penilaian tim penguji akan menjadi pertimbangan utama. Dirinya, percaya bahwa proses lelang sudah dilaksanakan secara profesional. Tim yang menguji juga memiliki kredibilitas yang tidak diragukan. “Semuanya dilakukan secara transparan. Demi Allah, lelang ini murni dari para penguji,” ungkapnya.

Sejatinya kepala daerah memiliki hak prerogatif untuk memilih satu diantara tiga kandidat. Namun, Sambari memastikan tidak akan menggunakan hak istimewa itu. Yang jadi acuhan tetap hasil penilaian tim penguji.

“Rabu tim penguji kita undang untuk menghadiri pelantikan Sekda. Memastikan bahwa yang dilantik sesuai hasil penilaian,” tuturnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar